Sobo Alas

  • Senin, 15 Mei 2017 00:30 WIB

Suzuki Jimny Katana 1997 | Kodjang

JIP -Melihat hobi anak keluar masuk hutan alias off-road, sebagai seorang Ayah, Bambang Tris tentu mendukung kesukaan buah hatinya. Untuk mewadahi hobi sang anak, ia pun harus mempersiapkan tunggangan yang tepat. “Pastinya harus kendaraan yang siap, tidak menyusahkan, dan safety. Biar anak saya tetap enjoy off-road apa pun treknya,” ucap Bambang.

“Saya dukung anak untuk hobi off-road, sebenarnya berawal dari kekhawatiran. Dari pada terjerumus ke pergaulan yang salah saat memasuki umur remaja,” ucap Bambang, ayah dari Moch. Abraham Tristanto Alamsyah atau biasa disapa Bilal. Terlebih, ini adalah hobi yang sama dengan sang Ayah. “Kalau hobi sama seperti ini, jadi lebih terpantau pergaulannya. Dan yang paling penting selalu bisa pergi bareng dengan anak saya,” tambahnya.

Bilal, sudah mencintai dunia otomotif sejak duduk di kelas 5 SD. “Tadinya Bilal tertarik untuk mengikuti speed off-road, jiwa kompetisinya besar,” ucap bambang. Sayangnya, di Malang kompetisi speed off-road sangat jarang digelar. Alhasil, tunggangan Jimny yang dibuat untuk speed off-road pun lebih sering menganggur di garasi.

Melihat sang Ayah yang aktif off-road adventure, Bilal pun sedikit manuver hobi otomotifnya. “Di Malang hampir setiap minggu saya pergi off-road dengan teman-teman komunitas. Sekali diajak, rupanya Bilal ketagihan,” tutur Bambang.

Sebagai seorang ayah, punya hobi sama dengan anak merupakan harta yang tidak ada duanya. Bambang pun langsung membuatkan satu kendaraan. Karena ini dipakai untuk adventure, dan ingin menjauhkan kendala di dalam hutan, dicari Jimny yang umurnya sedikit muda. “Sayangnya yang tahun muda hanya ada Jimny Katana, tapi tidak 4x4,” imbuh pria yang gemar mengajak seluruh keluarganya off-road ini. Tentu ini bukan masalah, karena membuat Katana jadi 4x4 merupakan perkara mudah.

Setelah dipakai beberapa kali off-road, kondisi Katana standar tampak mulai kewalahan. “Semakin lama, trek dan handicap off-road yang dilalui lebih ekstrem, dan tunggangan Bilal sudah harus up-grade,” ucap Bambang yang bergabung dalam komunitas off-road Warrior di Malang. Mesin 1.000 cc F10A bawaan Katana pun dipensiunkan, dan meningkatkan kapasitas mesin jadi 1.500 cc.

Untuk sumber tenaga, Bambang mempercayakan pada mesin Suzuki Futura. “Kalau lihat mobil pikap ini di Malang, terlihat tangguh bawa beban sekitar dua ton di baknya. Pasti lebih dari cukup kalau dipasang ke Katana. Tenaga lebih besar dari mesin asli, tapi tidak over power di trek adventure,” jelas pria tiga anak ini. Aplikasi mesin Futura ini lengkap dengan girboks-nya.

Nah, begitu tenaga meningkat, berimbas ke masalah lain. “Kaki standar Jimny jadi lemah, dan mulai sering patah as rodanya,” keluh Bambang. Tunggangan sang anak pun diperkuat sektor kaki-kaki. Dicomotlah gardan Toyota, kombinasi antara Toyota Hi-Ace dan FJ40. Rumah gardan pakai Hi-Ace agar tidak terlalu besar di Jimny, sedangkan isi dalam gardan comotan FJ40 supaya kuat.

Sekarang, Bambang sudah tenang dengan tunggangan sang anak. Karena punya tenaga yang cukup untuk off-road ekstrim sekalipun, dan kaki-kaki kuat untuk menjauhkan masalah selama off-road. “Bilal pun makin getol off-road, dan selalu ajak ke trek yang ekstrem. Sebagai orang tua, saya senang karena bisa menyalurkan hobi bersamaan dengan anak,” tutup Bambang. Rindra P / Kodjang

Spesifikasi

Mesin               : Suzuki G15A

Girboks           : Suzuki Futura

Transfercase    : Suzuki Jimny SJ410

Gardan            : Toyota Hi-Ace

As Roda           : Toyota FJ40

Per                   : Daihatsu Taft

Shockbreaker   : ProComp 9000

Pelek               : OZ Racing

Ban                  : Simex Extreme Trekker 32”

Bumper            : Custom Automodis

Rollbar             : Custom Automodis

Roofrack          : Custom Automodis

Winch              : Warn 8274 (Depan)

                          Warn M6000 (Belakang)

Bengkel           : Automodis, Malang

Reporter : Jip
Editor : inne

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×