KANAL 4Diesel

JIP - Seperti sudah dibahas pada JIP volume lalu (knowledge : Suspensi I), secara garis besar suspensi hanya terbagi dua soal pegas yang digunakan yaitu per daun dan keong. Hanya saja aplikasi dari pengguna per tersebut yang beragam. Terutama pada penggunaan per keong yang relatif banyak digunakan pada sistem suspensi independen.

Suspensi independen ini menggunakan lengan ayun yang terhubung dengan knuckle roda. Pada lengan ayun itulah, peran per keong dan sokbreker menahan guncangan dari roda juga menjaga stabilitas tunggangan kala melaju di jalan.

Berbagai macam sistem suspensi yang ada pada mobil, seperti multilink, trailing arm, semi trailing arm serta masih banyak hal lainnya bisa diterapkan. Tentu masing-masing memiliki keunggulan dan keunggulan. Tetapi pada SUV, kebanyakan menggunakan double wishbone dengan per keong atau batang torsi di depan dan menggunakan multi link di belakang. Baik yang menggunakan gardan belakang rigid maupun independen.

Dari sekian banyak sistem yang digunakan, ada satu hal yang umumnya dilakukan agar tunggangan dapat melalui medan off-road. Banyak pengguna jip maupun SUV ingin membawa tunggangannya untuk melahap rute yang tak selalu berselimut aspal mulus. Sedikit melalui medan yang tak rata merupakan incaran jalanan yang akan ditempuh bersama mobil kesayangan.

Ground Clearance! Ya, itu hal yang utama agar mobil tidak mudah ‘nyangkut’ saat melewati jalanan yang tak rata alias off-road. Mengapa demikian? Rute bukan aspal, baik itu sekadar jalan berkerikil atau jalan tanah dengan alur air, memiliki ketinggian tak sama permukaannya. Hal ini yang membuat kolong mobil tak jarang akan terbentur tanah.

Dengan bertambahnya ground clearance atau jarak terdekat dengan tanah, tentu kondisi seperti tadi bisa diantisipasi. Hal paling sederhana adalah dengan menggunakan ban yang lebih ‘tebal’. Bukan kembangan bannya yang tebal, tetapi yang memiliki lingkar luar lebih besar dibandingkan standarnya. Dengan begitu as roda akan semakin jauh dengan tanah dan otomatis bagian bawah mobil pun akan semakin tinggi.

Kebebasan untuk melewati gundukan tanah atau bebatuan kecil lebih leluasa buat pengguna mobil, karena bagian kolong sudah lebih jauh dengan tanah. Sebagai pertimbangan, rata-rata ground clearance SUV standar adalah sekitar 200 mm. Dengan lingkar luar roda yang bertambah, tentu akan menambah jarak tersebut beberapa milimeter lagi. Omong-omong, dari mana sih ground clearance itu diukur?

Jarak terdekat ke tanah, tentunya adalah bagian terendah mobil. Kerap memperhatikan bonggol gardan pada jip? Nah itulah jarak terendahnya, makanya tak heran seluruh bagian yang terendah disamakan dengan bagian bawah bonggol gardan, seperti dudukan sokbreker maupun tatakan per daun.

Sementara pada gardan independen, tak ada bonggol gardan di bawah seperti pada gardan rigid. Suspensi independan yang menggunakan gardan independen ini, bonggol diferensialnya berada lebih tinggi dan relatif berada pada tempat yang terikat mati. Hanya as rodanya saja yang bergerak bebas naik-turun seiring pergerakan suspensi.

Lantas, di manakah letak titik terendahnya? Sudah pasti pada bagian bawah lengan ayun. Namun, karena posisinya di pinggir, dekat dengan roda, relatif tak ada gangguan pada kolong tengah mobil. Tetapi perlu diperhatikan, meski bonggol gardan rigid lebih rendah, pergerakannya akan mengikuti roda kiri dan kanan, saat roda kanan atau kiri menaiki gundukan bonggol pun akan terangkat dengan kemiringan mengikuti posisi salah satu roda.

Sementara pada suspensi dan gardan independen, bagian kolong mobil bisa saja terbentur ketika salah satu roda terangkat. Karena pada suspensi independn hanya salah satu roda saja yang bergerak naik atau turun.

Masih kerap terbentur? Barulah ‘bermain’ pada suspensi untuk membuat tunggangan lebih tinggi lagi. Memang, dengan lingkar luar roda yang sama, jarak antara tanah dengan bonggol gardan pada pengguna gardan rigid masih tetap sama. Tetapi, dengan meninggikan lagi suspensi, travel suspensi yang lebih jauh pun akan didapat. Malah, untuk lebih jauh lagi lingkar luar roda pun bisa lebih besar lagi. Seperti sebelumnya menggunakan ban setara 29 inci, menjadi 31 inci, otomatis ground clearance pun meningkat.

Meninggikan Supensi

Untuk meninggikan suspensi, bisa diraih dengan berbagai macam cara. Pada pengguna per daun, ada cara cukup mudah, yaitu dengan mengganti anting per yang jaraknya lebih panjang. Juga bisa dengan membuat kurva suspensi yang lebih melengkung. Caranya dengan diroll atau menggunakan per daun aftermarket. Namun jangan lupa untuk mengganti sokbreker yang jarak mainnya disesuaikan dengan travel suspensi yang lebih tinggi.

Sementara pada per keong, juga bisa digunakan suspension lift kit. Sebuah peranti yang disematkan di antara per dengan mangkuknya. Dengan ganjalan tersebut maka tunggangan pun semakin jangkung. Tetapi hal ini tentunya ada toleransinya. Kalau ingin ditinggikan lumayan banyak, bisa menggunakan per lain yang lebih tinggi. Tak lupa sokbreker pun disesuaikan dengan per yang baru.

Baik per daun maupun per keong, saat mengganti sokbreker pun harus benar-benar sesuai dengan ketinggian yang diperolehnya. Jika menggunakan sokbreker terlalu panjang, maka jarak main sokbrekernya hanya sedikit dan peredaman pun tak optimal. Sebaliknya, jika sokbreker terlalu pendek travel suspensi akan tertahan oleh jarak main sokbreker yang lebih sedikit tadi.

Satu hal perlu diperhatikan, semakin tinggi tunggangan, tentu semakin mudah melintasi halangan saat off-road, tetapi titik gravitasi pun akan berpindah ke atas, sehingga mobil akan lebih limbung. Untuk hal lain yang bisa dilakukan selanjutnya, akan dibahas pada serial terakhir di edisi depan.


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
REVIEW PRODUK | WINCH WINCHESTER
REVIEW PRODUK | WINCH WINCHESTER
JIP TWITTER FEED
Review Produk