KANAL 4Modifikasi

JIP - Sudah menjadi rahasia umum, pelajaran sejarah seringkali dinomor duakan, tigakan atau di nomor sekiankan dalam daftar pelajaran di bangku sekolah kita. Kondisi ini ternyata menjadi kekhawatiran bagi sebagian orang tua, termasuk ayah dari Janitra Dani Rasendriyo (Rio)dan Nayaka Prabaswara Waskito (Yaka).

Cara merangsang minat anak akan sejarah, ia wujudkan melalui sesuatu yang tengah menyita perhatian dua jagoannya itu. Kebetulan, hal tersebut juga menjadi hobinya. “Saya penggemar kendaraan orisinal, dan syukurlah kedua anak saya ini memiliki minat terhadap dunia otomotif, khususnya kendaraan orisinal,” imbuh pria yang enggan disebut namanya ini.

Menurut kolektor Land Cruiser ini, setiap kendaraan memiliki era masing-masing dan tentu sejarah masing-masing. “Dari tahun pembuatan, kita bisa mengetahui teknologi yang digunakan, perangkat yang seharusnya menjadi pasangan kendaraan tersebut sesuai dengan tahunnya. Oleh sebab itu, basis kendaraan orisinal menjadi acuan,” imbuhnya.

Kesungguhan hati seorang ayah ini pun diwujudkan dalam bentuk dua buah Jimny. Keduanya berasal dari era yang berbeda, dan bahkan salah satunya, yakni JA12 merupakan Jimny yang tidak pernah ada di Indonesia. JA12 ini dulu merupakan kendaraan eks salah satu kedutaan besar negara sahabat.

Sepertinya harapan sang ayah tidaklah bertepuk sebelah tangan, baik Rio maupun Yaka mampu mengikuti arahan sang ayah, untuk menjadikan dua Jimny tunggangan mereka sebagai obyek pembelajaran. “Ayah memberikan PR pada kami, untuk membuat dua Jimny ini tampil seorisinal mungkin,” terang Rio. “Kami berdua bahu membahu mencari referensi melalui buku, majalah dan juga internet,” sambung Yaka bersemangat. Kakak beradik ini cukup piawai dalam menyebutkan varian-varian Jimny di Tanah Air maupun versi Jepangnya.

“Kedua Jimny itu awalnya memiliki masalah dengan pelek. Keduanya menggunakan pelek aftermarket yang tidak sesuai dengan spesifikasi,” terang Rio, sang kakak. “Mengganti pelek menjadi proyek kami yang pertama dan kemudian diikuti dengan seabrek daftar lainnya,” sambung sang adik.

“Dari pengalaman tersebut, kami mendapatkan banyak pengetahuan lho, tak hanya spesifikasi kendaraan beserta atributnya, namun juga sejarah mengenai kendaraan beserta trend yang pernah terjadi pada masa itu,” imbuh sang kakak. “Intinya kami bisa lebih mengenal perjalanan sejarah suatu kendaraan, dan dampaknya kami semakin tertarik dengan pelajaran sejarah…mengenai apapun itu,” tutup Rio.

           

JA12

Mesin  3 silinder SOHC dengan pemasok bahan bakar injeksi menjadi jantung bagi JA12 besutan Rio. Walau berkapasitas 660cc, namun dilengkapi dengan turbo, sehingga mampu mendulang tenaga yang membuat jip ini cukup gesit.

Transmisi matik 3 speed bawaan kendaraan cukup responsif dan menyenangkan untuk kondisi harian. Untuk transfercase, JA12 memiliki format yang sama dengan Jimny pendahulunya yakni 2 speed part-time.

JA12 merupakan keluarga Jimny yang menggunakan suspensi per keong pada keempat rodanya. Kehadiran tipe suspensi yang satu ini cukup signifikan membuat sang Jimny nyaman dikendarai, baik di jalanan on-road maupun off-road.

Sebenarnya, format interior jip yang satu ini tidak berbeda jauh dengan versi lokal Indonesia, perbedaan nampak mencolok lantaran dinding interior jip ini dibalut dengan trim, sehingga nampak lebih mewah dan elegan.

JA12 pula yang mempelopori keberadaan wiper belakang pada keluarga besar Jimny. Dan pada perkembangannya, fitur wiper ini sekarang menjadi standar bagi Jimny Gen 3 pada setiap jenis dan gradenya.

JA12 juga menjadi pelopor penggunaan mirror asist model panco dan kaca spion model tiang bendera. Mengenai spion panco dan tiang bendera, dua istilah ini belakangan cukup eksis di kalangan penggemar Jimny di Indonesia, untuk menyebut spion Jimny Gen 2-3.

Air scoop ini bukan buat gaya-gayaan, melainkan berfungsi sepenuhnya untuk mendinginkan intercooler yang dipasang tepat di atas mesin.

Sepasang lampu kabut orisinal bawaan JA12 nampak tersemat rapi pada bagian bumper.

 

SJ410

Mesin 4 silinder 970cc menjadi jantung sang Sierra. Mesin yang termasyur di Indonesia ini merupakan orisinal bawaan kendaraan, bahkan belum pernah turun mesin karena kondisinya yang prima. Rombakan yang ada tak lain sebatas pemasangan power steering dan penggantian fan dari manual ke elektrik.

Transmisi 4 speed manual dan transfercase 2 speed part-time orisinal bawaan kendaraan tidak sedikitpun diutak-atik.

Gardan dan suspensi per daun tetap pada tugasnya. Terdapat sedikit upgrade pada kenyamanan dan kelembutan dengan penggantian per racikan dan sokbreker Bilstein gas.

Pelek bawaan kendaraan masih setia menemani. Sekadar informasi, di Indonesia pelek Jimny model ini merupakan pelopor jenis pelek non wheel dop yang menjadi standar Jimny sejak LJ80 lansiran tahun 1980.

Jok dengan motif anyaman bambu yang menjadi ciri SJ410 generasi awal dan Sierra, masih tetap terjaga dan utuh kondisinya.

Pintu SJ30 menjadi opsional di samping pintu orisinal bawaan kendaraan. Keunikan pintu ini lantaran tidak adanya kaca pada dua sisi pintu, dan sebagai gantinya menggunakan kanvas.

Frame kaca sering dibuka tutup, agar kondisi di bawah frame tetap kering dan bebas dari karat.

Di Indonesia Sierra hanya muncul dari tahun 1983 hingga 1985, dan hanya disematkan pada Jimny beratap lunak.

 

Spesifikasi

JA12V 1997

Mesin               : F6A 3 silinder inline 660cc SOHC turbo

Transmisi         : 3 speed matik OEM JA12

Transfercase    : 2 speed part-time

Sasis                : Ladder frame

Bodi                 : JA12V

Suspensi          : Coil spring (depan/belakang)

Pelek               : Optional OEM JA 11 6 x 16

Ban                  : Dunlop AT80 Grantrek  

 

SJ410Q 1983

 Mesin              : F10A 4 silinder inline 970cc SOHC

Transmisi         : 4 speed OEM SJ410

Transfercase    : 2 speed part-time  OEM SJ410

Sasis                : Ladder frame

Bodi                 : SJ410Q

Suspensi          : leaf spring  (depan/belakang)

Pelek               : Orisinal steel rim  SJ410 6.5 x 15

Ban                  : GoodYear Extra Grip 700 x 15

Bengkel           :  Dikerjakan sendiri

 

 


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
 Utilitas | Tips Off-road
Utilitas | Tips Off-road
JIP TWITTER FEED
Review Produk