KANAL 4Modifikasi

JIP Kalau ada satu tunggangan off-road yang bikin penasaran para pecinta adventure dan ekspedisi se-Indonesia, mungkin Taft GT inilah kandidat utamanya. Sosoknya selalu eksis di setiap event Indonesia Off-road Expedition (IOX) sejak 2012 sampai 2015 ini. Tidak jarang JIP dilemparkan pertanyaan rasa ingin tahu dari pembaca.

Dari banyaknya rasa penasaran inilah, JIP akan memperkenalkan lebih jauh sosok Daihatsu Taft GT milik Syamsir Alam ini. Toh, semua tahu tunggangannya ini jadi andalan di event IOX dan beberapa event off-road lain. Selain jadi kendaraan survei yang sudah keliling hampir seluruh penjuru Indonesia, Taft ini juga jadi kerap jadi team leader ketika ekspedisi off-road.

 

 

Bila menyangka Taft ini baru digunakan saat IOX saja, berarti anda salah besar. Taft ini pertama dibeli tahun 1997, dalam kondisi baru. Saat itu ada dua jenis Taft yang dibeli oleh Syamsir. Taft GT dan Taft Hi-Line, dua kendaraan ini langsung dibangun untuk off-road extreme. Yang jadi andalan hingga saat ini adalah Taft GT, alasannya karena Syamsir lebih mengandalkan short wheel base untuk off-road.

 

“Begitu jadi, langsung dipakai untuk event Trans Borneo, saat itu event panjang bersama dengan Hari Sanusi,” terang Syamsir. Sebuah event selama 21 hari mengelilingi Pulau Borneo dari Brunai, Malaysia dan seluruh bagian Kalimantan. Menempuh jarak 4.800 kilometer. Saat itu Syamsir mendapat tugas menuntun atau jadi leader car di wilayah Indonesia.

Waktu ditanya mengapa memilih Daihatsu Taft? “Sebenarnya pengin Toyota. Sayangnya, Toyota terakhir diproduksi tahun 1984, jadi pada saat itu short wheelbase hanya ada Daihastu Taft,” jelas Syamsir. Selain mengincar sasis pendek, Syamsir mengincar mesin diesel untuk kendaraan tempurnya.

 

Di masa itu, hampir semua pecinta off-road belum melirik mesin diesel. Alasannya karena dianggap kurang galak. Tapi itu tidak berlaku di mata Syamsir. Justru mesin diesel inilah yang menurutnya paling ideal untuk off-road. Basis engineering yang dimiliki Syamsir melihat potensi mesin ini sangat baik. “Karena direct injection ke silinder, jadi lebih hemat bahan bakar dan punya torsi besar, ideal untuk off-road,” jelasnya.

 

Masih di tahun yang sama dengan pembelian Taft, Syamsir juga menjajal kendaraan ini di kompetisi off-road Kejurnas IMI di Palembang. Menggunakan mesin diesel Daihatsu Taft Rugger. Bisa dibilang, ini satu-satunya kendaraan bermesin diesel yang dipakai kompetisi. Hebatnya, Syamsir meraih podium bersaing dengan mesin-mesin bensin.

 

Coba perhatikan lagi, apakah ada yang istimewa dari kaki-kaki tunggangan Syamsir? Tidak ada kok. Saat yang lain sudah terlalu sibuk mengikuti perkembangan zaman menggunakan suspensi 4 link-arm atau coil over shock. Syamsir justru bertahan dengan suspensi per daun dan shock breaker konvensional. Ini dianggapnya sudah lebih cukup kebutuhan off-road adventure.

 

Untuk pemakaian off-road ekstrim, Syamsir mempercayakan kaki-kaki milik Toyota. Gardan 9” milik Toyota serie 60 yang jadi andalannya. Gardan ini sudah pasti jadi senjata tajam buat Taft GT, karena menanggung bobot Taft yang jauh lebih ringan dari Toyota serie 60.

 

 

Banyak kejadian pastinya untuk jarak waktu yang lama itu. Salah satu segelintir kejadian yang mengenang saat off-road di daerah Tawau, Malaysia. Syamsir bersama tunggangannya sempat kehilangan arah sewaktu penyeberangan menggunakan  kapal. Kompas kapal rusak, sehingga tujuan kapal tidak tentu. “Beruntung ada GPS di Taft GT saya, jadi arah kapal ditentukan oleh GPS di kendaraan saya,” ujar Syamsir.

 

Petualangannya di ranah event off-road juga tidak sedikit. Tunggangannya ini pernah dikirim ke Malaysia untuk ikut Rain Forrest Challenge tahun 2001 silam. Sejak saat itu, selalu dijadikan kendaraan leader pada event adventure off-road Tanah Air.

 

Petualangannya menjadi kendaraan leader menuntun rombongan peserta sudah dari tahun 2001 dan 2002 di Java Challenge, tahun 2003 dan 2007 masuk ke Nusantara Challenge, 2004 sampai 2006 Diplomat Challenge, Borneo Extreme Equator (BEE) di tahun 2009, dan terakhir IOX dari 2012 hingga 2015 kemarin. Sudah 14 tahun Taft GT ini selalu menuntun rombongan di adventure atau ekspedisi off-road dengan kondisi trek yang ekstrim.

 

Menurut gosip yang beredar, Syamsir akan memensiunkan tunggangan ini sebagai penuntun di IOX. Apakah benar Taft GT ini akan menjadi kenangan yang melegenda, atau Syamsir tetap mempertahankan kiprahnya sebagai kendaraan penuntun di adventure atau ekspedisi off-road? Kita tunggu saja di IOX 2016 nanti…

 

Mesin

Mesin diesel sudah memuntahkan torsi besar di putaran mesin rendah, selalu jadi andalan Syamsir untuk off-road. Agar lebih bertenaga, mesin Taft GT diganti dengan mesin DL70T milik Daihatsu Rugger. Karena untuk pemakaian off-road, hanya ada tambahan oil catch tank untuk turbo. Sehingga saat mesin mati mendadak, turbo tidak cepat rusak karena tidak terlumas oli.

 

 

Baut Roda

Saat off-road di trek ekstrim, patah baut as roda jadi salah satu kendala yang sering dialami. Untuk itu digunakan baut heavy duty berbahan chromoly dari ARP, dipasangkan sembilan baut pada setiap as roda.

 

 

Aki

Dua buah aki UPS atau yang biasa digunakan di menara BTS, jadi andalan untuk suplai listrik winch dan inverter.

 

 

Sokbreker

Dua buah shock breaker pada bagian depan untuk mencegah kepala kendaraan dongak saat menaklukkan tanjakan.

 

 

Tangki solar

Posisi tangki solar ada di dalam kabin, untuk membuat ruang lebih di bagian kolong kendaraan. Dan menghindari kejadian tangki bocor tertusuk batu atau kayu saat di trek ekstrim.

 

 

Cargo

Ruang barang tidak perlu besar, tapi cukup menampung kebutuhan dua orang dan spare part untuk perjalanan berhari-hari.

 

 

Jok

Keselamatan hal nomer satu, Syamsir pun pilih safety belt empat titik dari Sabelt. Selain lebih nyaman, jok bucket Master Craft juga mendukung keselamatan saat posisi mengemudi lebih mantap.

 

 

Dashboard

Namanya kendaraan tempur, dashboard tidak perlu manis yang penting informatif. Dan bisa berfungsi jadi kotak sekring, sehingga gampang ngebongkar saat terjadi masalah kelistrikan.

 

 

Penguat GPS

Penguat sinyal satelit GPS dari Garmin jadi hal penting untuk kendaraan penuntun, karena ada puluhan kendaraan di belakangnya yang bergantung pada keputusan jalan yang diambil.

 

 

Winch

Warn 8274 jadi pedang utama tunggangan Syamsir. Agar tidak cepat ‘tumpul’, winch ini menggunakan motor Warn 9.5XP dan solenoid Albright. Untuk sling lebih mempercayakan berbahan baja ketimbang plasma.

 

 

Gardan

Sebelum pertama kali off-road, gardan sudah diganti menggunakan Toyota serie 60. Lantaran gardan ini lebih tanggung ketimbang gardan Toyota Land Cruiser lainnya. Lebih kekar lagi berkat as roda berbahan chromoly dari Longfield dan Nitro.

 

 

Spesifikasi Teknis

 

Mesin : Daihatsu Rugger DL70T

Kapasitas : 2800 cc

Alternator : 120 Amp

Transmisi : OEM Taft

Transfercase : OEM Taft

Final Gear : 1 : 4.56

Gardan : Toyota FJ-60

As roda : Longfield Chromoly (Depan)

Nitro Chromoly (Belakang)

Baut As Roda : ARP Chromoly

Loker depan : ARB Air Locker (Depan)

Detroit locker (Belakang)

Per : Old Man Emu Toyota FJ-40 (Depan)

Old Man Emu Toyota Fj-60 (Belakang)

Shock Breaker : Armada 10” (Depan)

Armada 12” (Belakang)

Pelek : Beadlock MRW 16”

Ban : Savero Komodo Extreme 35x10.5-R16

Bumper : Custom

Roofrack : Custom

Snorkel : Custom

Lampu Sorot : LED Bar

Jok : Master Craft

Safety Belt : Sabelt

Aki : Aki UPS

Winch : Warn 8274 (XP Motor) & Winch PTO Setan 

 

Teks : Rindra P

Foto : Kodjang

 


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
REVIEW PRODUK | WINCH WINCHESTER
REVIEW PRODUK | WINCH WINCHESTER
JIP TWITTER FEED
Review Produk