KANAL 4Modifikasi

JIP - Bukan hadir sebagai barang baru di tahun 1990 saat Rikun pertama kali memboyongnya pulang. Namun sejak itu, jip hitam ini menjadi andalan pria Wangon itu dalam berbagai keperluannya. Mulai dari pekerjaan kantor, mengantar anak sekolah, liburan dan banyak peristiwa lainnya lagi yang dijalani Rikun dengan Taft 4x4 nya ini. “Banyak suka dan duka telah kami lewati bersama. Jip ini adalah kanca lawas alias teman lamaku,” tutur bapak 3 anak ini.

Sayang sekali 23 tahun kemudian, tepatnya pada 2013, sang kanca lawas terhenti langkahnya. Kondisinya bahkan cukup memilukan dengan bodi ambles dan strukturnya nyaris patah menjadi dua disantap karat. Semakin tragis, mesin pun turut pingsan dan menambah panjang daftar penderitaan jip.

Menjadi onggokan besi tua adalah kisah selanjutnya. “Saya suka menyimpan sesuatu dari masa lalu sebagai kenangan, namun Taft ini kondisinya cukup berat. Butuh dana besar untuk itu, dan saya rasa harus bersabar untuk mengumpulkan biaya terlebih dulu,” tuturnya. “Suatu hari nanti , jip ini akan sehat seperti sedia kala. Entah itu kapan, tapi yang jelas pasti,” kenangnya.

Memiliki anak dan menantu yang menggilai dunia otomotif dan modifikasi merupakan modal yang kurang disadari oleh Rikun. Adhi Galih Kunarko si bungsu dan Lalan Febriansyah sang menantu, rupanya memiliki pemikiran yang sama untuk menyelamatkan jip itu.

Keduanya kemudian beraliansi untuk menyegarkan kembali si kanca lawas. Namun dasar penggila modifikasi, apa yang menjadi rencana mereka tidaklah cukup dalam spesifikasi standar. “Harus ada yang berbeda, “ jelas Galih. “Lebih trendy namun tidak meninggalkan gelanggang dari Taft sebagai jip kenangan bapak,” sahut Lalan.

Restorasi menjadi menu awal untuk mengembalikan kembali jip ini pada jalur yang benar. Bodi lama tak satu pun dipakai, sebagai gantinya digunakanlah bodi milik Feroza yang hanya memiliki perbedaan minor di bagian fender dan apron depan dengan Taft GT. Beruntung sekali apron depan dan fender Taft dalam kondisi gres berhasil diperoleh. “Kita harus mendapatan bodi dalam kondisi segar dulu sebagai dasar utama, baru kemudian melangkah ke ranah modifikasi,” tutur Lalan selaku komando utama proyek keluarga ini.

Ford Bronco milik Icon pun dijadikan inspirasi. “Kami menyadari sepenuhnya bahwa antara Bronco dan Taft adalah dua hal yang sama sekali berbeda. Yang tertuang dalam hasil modifikasi pada Taft ini adalah nuansa, gaya dan kesan dari modifikasi asal negeri koboi itu,” jelas Lalan. “Warna dark grey metallic dengan finishing doff menjadi kunci utamanya, selebihnya pintar-pintar meracik aksesori, dan yang pasti jangan terlalu ramai aksesorisnya,” sambung Galih.

Saat proyek restorasi dan modifikasi ini, baik Lalan maupun Galih masih menyisakan ragu apakah bapak mereka bisa menerima hasilnya. Namun kekhawatiran mereka sirna saat melihat binar di kedua mata Rikun saat beliau menyaksikan kembalinya sang kanca lawas itu. “Di luar ekspektasi saya. Seperti mendapatkan teman lama dengan baju yang lebih trendy,” tutup Rikun.

 

Mesin

Mesin bawaan asli berkode DL41 2.765 cc  dioverhaul ulang dan kembali dalam kondisi fit. Mesin ini mengunakan timing gear untuk menggerakkan camshaftnya sehingga suara mesinnya kasar. Keuntungan penggunaan timing gear ini ada pada perawatan yang ringan dan umurnya yang relatif panjang. Mesin ini dilengkapi pompa injeksi inline yang mengkontribusi torsi besar. 

Girboks

Girboks 4 speed dan transfercase 2 speed bawaan asli kendaraan direkondisi total sehingga suara berisik dan bising yang semula terdengar hingga dalam kabin pun sirna. Girboks 4 speed sengaja dipertahankan karena aspek nostalgia yang cukup kental antara Rikun dan kanca lawasnya ini. Sehingga taste jip ini tidak luntur. 

Gardan

Gardan solid axle dikembalikan sedekat mungkin dengan kondisi bawaan kendaraan saat masih gres. Sedangkan untuk suspensinya, sedikit didongkrak lantaran menggunakan ukuran ban yang lebih besar. Satu set sokbreker lansiran Procomp ES9000 ditugaskan untuk meredam hempasan per terhadapan permukaan jalanan.

Dasbor

Dasbor asli cukup miris, pecah dan nyaris terbelah. Satu set dasbor copotan Daihatsu Rugger generasi awal nangkring sebagai gantinya. Tombol shifting 4H menjadi ciri yang cukup menonjol pada penampakan dasbor tersebut. 

Interior 

Interior tidak banyak diusik keasliannya. Doortrim pun menggunakan milik Daihatsu Taft orisinal. Namun tidak demikian dengan bangku yang ada di dalamnya. Pada bagian depan nampak sepasang Recaro LX menggantikan jok lama yang sudah hancur berantakan. Sementara bagian belakang dibiarkan kosong tanpa bangku, walau ada keinginan untuk mengisinya dengan jok yang dirasa pas. Namun sayang keinginan tersebut belum terkabulkan.

Bumper

Bumper depan dan belakang diganti dengan model custom dengan motif diamond cut. Bumper dengan dimensi tipis ini tak hanya memberikan  kesan ramping pada si kanca lawas, namun juga penampilan unik yang berbeda.

Pelek

Pelek ramping milik JA11 dijadikan pilihan dan dikolaborasikan dengan ban Simex MP Trekker yang juga berperawakan ramping. 

Spesifikasi

Bodi : Daihatsu Feroza

Sasis : Daihatsu Taft

Mesin : DL41  4 silinder diesel  2.765 cc

Transfercase : 2 speed part-time

Gardan : solid axle OEM Taft GT

Suspensi : per daun

Sokbreker : Procomp ES 9000

Dasbor  : Daihatsu Rugger

Jok : Recaro LX

Antenna : YJ Wrangler

Pelek : Jimny JA11

Ban  : Simex MP Trekker 16 x 7.50

Bengkel :  AJ4WD

Jl. Poncol Raya No. 3 Pondok Bambu, Jakarta Timur

Telp : 081928667800  

 

 


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
 Utilitas | Tips Off-road
Utilitas | Tips Off-road
JIP TWITTER FEED
Review Produk