KANAL 4Event

JIPDarmudjianto dan Albert Ibrahim menjadi contoh dari sekian banyak penggila Willys yang berusaha mempertahankan ciri dan keautentikan sebuah jip tua seperti Ford GPW dan Willys MB. Namun untuk membangun chemistry terhadap kendaraan kesayangannya, dua orang ini melakukannya dengan suatu ekspedisi kecil bersama dua jip tersebut.

“Saya sadar jip ini sudah sepuh, namun menurut jip ini bukan sesuatu yang hanya untuk disimpan. Untuk menikmatinya, saya harus membawa ke habitat asalnya,” jelas Darmudjianto yang akrab disapa Aan ini. “Kita tidak sedang membincangkan tentang performa apalagi kenyamanan lho, pada praktiknya, kita harus bisa menikmati segala aspek dari jip itu, termasuk penyakit tuanya,” sambung Albert.

Taman Nasional Meru Betiri menjadi tujuan pertamanya. Lebih fokus lagi kedua jip veteran perang dunia II ini diarahkan ke kawasan Sukamade yang memiliki kawasan sungai dengan pemandangan indah. Sungai berair jernih tersebut terhubung langsung dengan Samudera Hindia. 

Sungai dengan kedalaman bervariasi antara 30-80 cm tersebut segera menjadi lokasi bermain kedua jip 4x4 sepuh itu. Melintasi dan menyusuri sungai menjadi kegiatan favoritnya. “Kami selalu memantau kondisi air dan kejernihannya. Jika air keruh, maka di daerah atas terjadi hujan yang bisa membuat ketinggian air mendadak naik. Jika hal itu terjadi, maka tidak ada yang boleh bermain di dalam sungai,” jelas Aan.

Dataran meninggi nan landai di sisi sungai dipilih untuk mendirikan tenda saat bermalam. Jernihnya sungai menjadikan bebatuan di dasarnya terlihat jelas. Tanda hujan di bagian hulu tidak nampak, namun justru kendala lebih jelas nampak di depan mata.

Mendung tebal tiba-tiba datang dan segera berubah menjadi hujan dalam intensitas sedang. Waktu bermain pun harus diakhiri. Aan dan Albert memilih untuk bertahan di pinggiran sungai untuk beristirahat dan menjemput pagi. “Atmosfir adventurnya jadi semakin kental,” tandas Albert.

Cuaca sepertinya kurang berpihak, mendung dan hujan masih turun dengan antusiasnya. Kondisinya dianggap tidak kondusif, hingga tengah hari langit di bulan Maret ini justru semakin gencar mengucurkan muatannya. Mengganti lokasi bermain menjadi hal yang paling masuk akal.

Maka kunjungan ke Kawah Wurung yang menjadi destinasi selanjutnya dilakukan lebih awal. Kawah yang berada di komplek Gunung Ijen ini berada sekitar 200 km dari Sukamade. Kota Genteng yang berada di antara kedua lokasi dijadikan tempat singgah dan bermalam.

Jarak yang panjang untuk jip tua dan dipenuhi dengan tanjakan berkelok. Jalanan yang menanjak mendominasi perjalanan ke kawah yang terletak di antara Gunung Raung dan Gunung Ijen tersebut. “Sesekali jip kita ini batuk....wajar lah itu biasa bagi kendaraan tua,” kekeh Aan.

Bukit bebatuan dengan aliran sungai beraroma belerang yang cukup kuat menjadi lokasi pertama yang dihampiri. Air yang mengalir di celah bebatuan itu berasal dari mata air  yang terletak di Gunung Ijen. Gerimis yang turun membuat perjalanan dua jip tua itu semakin berat dan licin. Air yang luruh dari langit semakin tebal memaksa Aan dan Albert segera mencari lokasi yang lebih aman. “Kita di ketinggian 1600 dpl dan berada di antara dua gunung, sehingga hawa dingin pun segera menyergap, hari pun berangsur gelap,” tutur Aan.

“Turun dari lokasi itu harus ekstra hati-hati. Kita hanya mengandalkan lampu utama jip ini yang cahayanya pas-pasan,” sahut Albert yang memiliki Workshop jip Amerika, khususnya Willys dan Utility ini. Sebuah bangunan sederhana menyelamatkan mereka berdua dari dinginnya udara malam itu. “Beruntung kita bisa ganti pakaian kering, masak dan menghangatkan badan di sana,” kenang Aan.  Rasa letih serta merta segera melelapkan mereka.

Pagi itu cuaca sangat cerah dan langit sangat bersih. Fajar merekah terlewatkan begitu saja lantaran bangun kesiangan. “Suatu hal yang sangat kami disesalkan,” ungkap Albert. “Belum jadi rezeki kita untuk menikmati terbitnya matahari di sini,” lanjut Aan.

Bukit-bukit dengan beragam ukuran seolah terbalut dengan karpet hijau, menjadi pemandangan yang menakjubkan. “Luar biasa, kami terdiam tersihir oleh keindahan di depan. Sepintas kayak bukit di film anak-anak Teletubies,” cerocos Albert.

Tak menunggu lama kedua jip itu segera menyusuri indahnya lantai di kawah Wurung itu. Puncak salah satu bukit yang nampak landai disetujui untuk menjadi titik tuju. “Di sana kita akan mengibarkan bendara merah putih, sebagai rasa syukur dan cinta pada negeri ini,” jelas Aan dari balik kemudi Ford GPWnya.

Tuas pun diposisikan 4L. Ford GPW dan Willys MB itu terseok-seok mendaki bukit yang nampak landai itu. Jalur berbatu menjadi suguhan utamanya dan kemampuan off-road jip-jip sepuh ini diuji. Sesaat sampai di atas bendera Merah Putih pun berkibar. “Ada perasaan yang luar biasa. Pengalaman yang akan menjadi bagian dari kisah hidup kami, jip tua ini dan keindahan alam Indonesia,” ujar Aan menutup perbincangan.

 

Thanks to The Brothers Adventure

0821-1250-9747

 

 


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
 Utilitas | Tips Off-road
Utilitas | Tips Off-road
JIP TWITTER FEED
Review Produk