KANAL 4Event

JIP - “Mas, kita ada event di Sulawesi Selatan,” ujar Amien Saleh di ujung telepon. Sebuah ajakan yang sulit dilewatkan. Menyambut ajakan dari sahabat-sahabat dari Makassar yang menggelar event Open Road Expedition (ORX) V,  terlebih saya belum pernah menelusuri bagian selatan dari Sulawesi secara mendalam. Event yang sudah kali kelima digelar, rupanya cukup mendapat tempat bagi pecinta offroad di Sulawesi Selatan, bahkan offroader Palu, Sulawesi Tengah, turut  meramaikan. Untuk kali ini, juga melibatkan pecinta offroad roda dua. Untuk peserta roda dua juga diikuti peserta asal Papua dan Yogyakarta.

Sebanyak 90 mobil dan 42 motor memadati lokasi start di Monumen Mandala. Gelaran kali ini mengambil melewati  rute Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto dan finis di Bulukumba. Lahirnya event ini salah satunya adalah gagasan dari Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Ir. H. Agus Arifin Nu’mang, MS, yang juga sebagai ketua Pengda IOF Sulawesi Selatan. “Selain sebagai sarana penyalur hobi teman-teman pecinta adventure offroad, sesuai namanya event ini sebenarnya juga membantu membuka akses jalan bagi daerah-daerah yang terisolasi, atau setidaknya memberi jalan pintas bagi masyarakat untuk memudahkan memasarkan hasil bumi,” begitu jelasnya.

Tak hanya sebagai penggagas, Wakil Gubernur yang memang hobi blusukan baik dengan sepeda maupun trail ini tidak pernah absen mengikuti ORX sejak gelaran perdana.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_04_11_17_44_IMG_3217.JPG

Rute hari pertama dari Monument Mandala, para offroader bergerak menuju basecamp 1 di Lapangan Pesantren Parang Bintolo, Kel Cikoro, Kel Tompobulu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Yang unik, peserta dipaksa melakukan PTC saat masuknya ibadah Subuh di Mesjid Raya Makassar, baru kemudian berkumpul di starting point.

Total jarak yang harus ditempuh di hari pertama sekitar 110 km. Pilihan rute yang dilewati begitu memanjakan mata, menyisir perbukitan dengan suguhan bentang alam yang memukau. “Basecamp hari pertama nanti di balik gunung tertinggi itu,”ujar Hamka Abas, sang convoy  leader sembari menunjuk Gunung Lompobattang, yang menjulang di antara deretan perbukitan.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_04_11_17_44_IMG_3214.JPG

Hawa kantuk, kurang tidur akibat defisit waktu satu jam antara WIB dan WITA, dan waktu kedatangan JIP tengah malam di Makassar rupanya tertutupi kala disajikan panorama alam Sulawesi Selatan. Kontur perbukitan silih berganti penampakannya, pun begitu dengan permukaannya. Sesekali tampak sawah-sawah terasering yang tertata rapi, lalu berganti dengan hijaunya ladang-ladang ataupun perkebunan milik masyarakat setempat. Tidak jarang kuda melintasi jalur peserta, tidak heran ternyata kuda bagi sebagian penduduk banyak dipelihara selain sebagai sarana pengangkut juga untuk dikonsumsi.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_04_11_17_09_IMG_2835.JPG

Trek yang disajikan memang tidak terbilang ekstrem, namun dengan bermain di lereng perbukitan, kerap ditemui jalan-jalan sempit, seukuran lebar kendaraan, dengan jurang yang cukup dalam di sampingnya. “Lumayan bikin stress. Untungnya permukaannya berbatu, tidak terbayang kalau tanah merah, apalagi jika ditambah hujan,” canda salah seorang peserta. Tidak kurang tiga kali rombongan melintasi sungai berbatu, dengan air yang jernih dan sejuk. Melewati pemukiman penduduk setempat juga menjadi hal  yang menarik, warga desa yang umumnya tinggal di rumah-rumah panggung begitu bersahaja. Senyum warga selalu menghias ketika kami menyapa. Sempat singgah di  wisata air panas Pencong, di Kabupaten Gowa. Potensi wisata yang menarik namun perlu sedikit ‘sentuhan’ untuk dapat dikenal lebih jauh.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_04_11_22_34_IMG_3332.JPG

 Sekitar pukul 10 malam, rombongan pertama memasuki basecamp 1, yang berada di ketinggian 1640 mdpl. Dinginnya udara menemani para peserta menyiapkan tempat bermalam. Kemerlip lampu di kejauhan berganti dengan scenery yang memukau keesokan harinya. Bentang alam perbukitan dari ketinggian berujung pada birunya laut di kejauhan, rasanya ingin berlama-lama menikmati. “Ayo kita bergerak lagi,” ujar Herman Amal, yang mendampingi Wagub di radio komunikasi. Tidak semua peserta memasuki lokasi basecamp, sebagian lagi masih tercecer di belakang. Termasuk rombongan yang membawa media, dan juga rekan-rekan offroader asal Malaysia Mr. Wong, Alyna dan juga Atek.

Rute di hari kedua masih menawarkan khas perbukitan. Tujuan akhir adalah desa Kahayya, Kacamatan Kindang Kabupaten Bulukumba, sebuah destinasi yang belum begitu dikenal namun keindahan desa yang terletak di ketinggian sekitar 1200 mdpl ini begitu istimewa.

Kahayya adalah bahasa setempat untuk kopi, karena memang daerah ini dikenal sebagai penghasil kopi. Namun karena kurang sarana promosi maupun metode pengolahannya. Kopi dari Kahayya masih kalah pamor dari kopi Toraja. Padahal potensi kopi di daerah ini sangat menjanjikan. 

Menjelang malam kami memasuki desa ini disambut Kepala Desa dengan ramah. Bagaimana tidak, baru kali ini mobil berhasil mencapai desanya. Tidak hanya satu, namun puluhan. Akses yang baru dibuka menjelang kedatangan kami, menyisakan tahah merah yang cukup licin dilalui. Pun begitu dengan permukaannya di beberapa titik belum terlalu padat. Alhasil beberapa peserta di rombongan belakang cukup kerepotan. Jam 2 malam akhirnya rombongan terbelakang regrouping dengan lainnya.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_04_11_26_08_IMG_3424.JPG

Malam itu setelah dijamu makan malam di rumah kepala desa, kami bermalam di kediamannnya. Sedangkan sebagian lagi tidur di rumah-rumah penduduk di sekitarnya. JIP lebih memilih menggantungkan hammock di antara tiang-tiang penyangga, di bawah rumah panggung. Dingin-dingin nikmat….

Ahh, tak terasa kami sudah memasuki hari terakhir mengeksplorasi sedikit bagian selatan dari  Sulawesi. “Masih banyak lagi lokasi yang menarik buat dijelajahi, di event selanjutnya kita akan mengeksplore daerah-daerah baru lagi, tentunya dengan trek maupun pemandangan yang tidak kalah menarik,” janji Andi Asruddin Bahar, Ketua Panitia gelaran ORX kali ini. “Nanti kita cari waktu untuk mengunjungi tempat-tempat eksotik di Sulawesi Selatan, biar lebih puas,” tambah Wagub.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_01_04_11_28_47_IMG_3746.JPG

Perjalanan berakhir di lapangan Bulukumba, setelah sebelumnya menggelar kegiatan sosial bedah rumah. Acara yang disambut dan ditutup oleh Bupati Bulukumba, A. M. Sukri A. Sappewali ini juga dipadati komunitas roda 2 maupun roda 4 setempat. Kemudian seluruh peserta dijamu makan siang di rumah jabatan Bupati Bulukumba dan tidak lupa diganjar doorprize.

“Treknya bagus dan menantang,” sepakat para peserta. Kita tunggu gebrakan selanjutnya di ORX VI !!!


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
 Restorasi Custom | Daihatsu Delta DV26 1977
Restorasi Custom | Daihatsu Delta DV26 1977
JIP TWITTER FEED
Review Produk