KANAL 4Modifikasi

JIP - Sebagai Komandan dalam satuan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia (PMPP TNI), Brigadir Jendral TNI Anto Mukti Putranto, rupanya punya salah satu kewajiban yang sangat dekat dengan dunia off-road. Yaitu memberikan teknik driving skill pada setiap pasukan di PMPP.

Karena institusi PMPP punya misi menjaga perdamaian di Negara yang tergabung dalam PBB. Indonesia merupakan negara yang punya kontribusi besar mengirim tentaranya ke daerah-daerah konflik. Sebelum diberangkatkan, para Pasukan Perdamaian PBB ini dilatih dulu oleh PMPP untuk bisa bekerja sama dengan institusi dari negara lain dan berbaur dengan warga di daerah yang dituju.

Umumnya, daerah-daerah konflik yang dituju adalah negara kecil dengan infrastruktur belum berkembang baik, tidak heran kalau jalan yang dimiliki kebanyakan masih permukaan tanah. “Seperti di Afrika, ada daerah yang hanya memiliki permukaan aspal sepanjang 80 kilometer, selebihnya hanya jalan tanah rusak,” ucap Putranto. Sedangkan, para anggota TNI mengandalkan mobilitas dengan kendaraan dalam menjalankan misinya.

Untuk itu, PMPP punya lokasi khusus teknik driving, untuk melatih anggotanya terbiasa dengan kendaraan 4x4. Di sini pasukan dilatih membiasakan diri di berbagai jenis medan off-road, dan juga menggunakan 4x4 secara benar. Dengan begini akan meminimalkan kerusakan kendaraan saat terjun ke lapangan.

Area technic driving ini memiliki aneka ragam obstacle, serta wilayah yang cukup luas. Ini pun membuahkan ide cemerlang buat Putranto, daripada hanya digunakan oleh pasukan PMPP, Ia membuka area ini untuk umum, “Jadi buat kawan-kawan off-roader bisa menikmatinya, dan sudah disediakan jalur treknya. Mulai dari trek ekstrem hingga rock crawling,” jelasnya.

Untuk mengasah kemampuan mengemudi pasukan PMPP, sengaja dipilih instruktur yang sudah ahli dalam off-road. “Sengaja saya datangkan beberapa off-roader kawakan sebagai instruktur di PMPP. Salah satunya adalah Yuma Wiranata Kusuma,” ucapnya.

Beralih ke Hobi

Dari sebuah tuntutan pekerjaan, kemudian memberikan cabang baru dalam hobi Putranto, yaitu mencintai kendaraan 4x4 dan aktifitas off-road. Sebenarnya hobi otomotif dan main tanah bukan hal baru baginya. “Sejak muda saya sudah suka dengan adventure trail, dan kalau ada waktu senggang pasti pergi off-road pakai motor trail,” ucapnya.

Awalnya Putranto hanya mendukung aktifitas off-road, dengan mengadakan beberapa kali event off-road di lokasi PMPP yang memiliki jalur off-road. Rupanya melihat aksi peserta dengan kendaraan off-road memancing antusiasnya untuk memiliki sebuah kendaraan off-road.

Pilihan Putranto pun jatuh pada kendaraan 4x4 merek Jeep. Kebetulan ada salah satu Jeep CJ-7 dengan kondisi bahan, toh, nantinya hanya sasis dan bodi saja yang dipakai. “Karena gardan dan mesin bawaan CJ-7 akan dipensiunkan, diganti dengan yang durabilitasnya lebih baik,” ucapnya.

“Konsepnya saya kepingin kendaraan off-road yang bisa dipakai pada dua jenis karakter off-road, pastinya harus tangguh di trek ekstrim, namun tetap mumpuni dipakai kencang,” jelasnya. Untuk mewujudkan keinginannya, Putranto mengirim ke bengkel Fahru di Bandung, lantaran sudah percaya dengan hasil karyanya.

Mesin pun sudah putuskan menggunakan diesel, beliau pun sepakat dengan ketangguhan mesin jenis ini, karena sudah teruji di berbagai jenis kegiatan off-road adventure. “Diesel adalah mesin tangguh, bahkan untuk kendaraan standar militer, mesin jenis ini tetap jadi andalan,” jelasnya. Maka, dipilihlah mesin 4JB1-T milik Isuzu, walaupun konsekuensi meninggalkan karakter bengis mesin CJ.

Agar lebih tahan disiksa, gardan CJ berwajah TJ ini diganti milik Cherokee. As roda bawaan pun sudah dipensiunkan, gantinya as roda Yukon berbahan chromoly. Biar lebih handal melibas segala jenis karakter trek off-road, locker Yukon turut dipasangkan pada gardan depan dan belakang.

“Saya mau kendaraan saya tetap mantap saat dipakai kencang, untuk itu suspensi dipilih yang cukup baik,” terang Putranto. Dipesanlah dua jenis shockbreaker dari King. Untuk menanggung beban dipakai King coil over shock 10” dengan dual rate spring, sedangkan untuk meredam bantingan dipilih King 3 Tube Bypass 10”.

Putranto pun puas dengan kendaraannya, karena handal dipakai off-road, namun juga masih mantap buat melaju kencang. Dengan begini, Putranto pun tidak ragu untuk mengajak sang istri merasakan hobi barunya ini.

           

Spesifikasi Teknis

Mesin               : Isuzu 4JB1-T

Gearbox           : Isuzu Bighorn

Gardan               : Cherokee

As Roda           : Yukon

Locker             : Yukon

Final Gear       : Yukon 4.88

Link Arm         : 5 Link System

Shockbreaker   : King Coilovershock 10”

                          King Bypass 3 Tube 10”

Stopper            : Profender

Shock Steer     : Profender

Pelek               : Beadlock Custom

Ban                  : Simex Extreme Trekker 35”

Bumper            : Custom

Rollbar             : Custom

Snorkel             : Safari

Soft Top          : Bestop

Jok                   : Carebou

Safety Belt       : Simpson


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
 Utilitas | Tips Off-road
Utilitas | Tips Off-road
JIP TWITTER FEED
Review Produk