KANAL 4Modifikasi

JIP - Bertahun-tahun sudah TB Adhi membesut Jeep Cherokee XJ di lintasan speed off-road. Dan sudah beberapa kali juga meraih juara nasional di ajang balap off-road ini. Delapan tahun lamanya TB sudah beraksi menggunakan Cherokee. Hingga akhirnya, dia pun sudah sampai ditahap jenuh… mengapa?

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_09_10_58_04_LEAD.jpg

Bukan karena ajang balap off-road pastinya. Ini karena tunggangan TB Adhi sudah sampai ditahap maksimal, dan tidak bisa lagi memberikan keinginannya. Mesin AMC 242 bawaan Cherokee ini sudah dioprek hingga Stage 3, tahap akhir dari modifikasi mesin. “Dua tahun terakhir, saya bertahan pakai mesin spec-up maksimal mesin,” ucapnya

“Sengaja saya bertahan dengan kondisi mesin Naturally Aspirated (N/A), sebenarnya masih bisa naikin tenaga mesin dengan mengaplikasikan force induction. Tapi penambahan turbo atau supercharge punya risiko yang besar pada mesin,” ucap pria ramah ini.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_09_10_58_04_IMG_1125.jpg

Agar mendapatkan keinginannya pun diputuskan untuk menambah 2 lagi silinder pada mesin. Yap, dari konfigurasi mesin 6 silinder in-line, berubah jadi 8 silinder berkonfigurasi V. Dengan begini, TB bisa mendapatkan tenaga mesin yang jauh lebih besar tanpa harus memaksa mesin dengan turbo atau supercharge.

“Tadinya, sudah disiapkan mesin small-block V8 Chevy 4.00 bore blocks. Karena mengikuti perkembangan mesin di speed off-road yang sudah high-end, akhirnya ganti pakai mesin LS3,” jelas TB Adhi.

Tenaga 430 dk yang dimuntahkan mesin standar LS3, masih dirasa kurang buat di kelas paling edan di speed off-road ini. Agar bisa bersaing di kelas FFA 8 silinder, mesin LS3 langsung upgrade ke tahap paling akhir, yaitu stage 3 engine tuning.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_09_10_58_04_saplit.jpg

Semua perangkat high performance menempel pada jeroan mesin. Untuk piston menggunakan Mahle Forged. Crankshaft upgrade pakai 4340 Forged Steel, begitu juga dengan setang piston pakai tipe H-Beam Rods.

Setelah seluruh jeroan mesin diganti, kapasitas mesin pun naik dari 6.162 cc ke 7000 cc. Tenaga mesin pun melonjak jauh jadi 650 dk dan torsi dari awalnya 575 Nm menjadi 827 Nm. Edan!

Dengan kondisi begini, TB baru bisa bersaing ketat dengan pembalap papan atas di kelas neraka FFA 8 silinder. Pastinya, ini jadi lonjakan yang jauh dari mesin 6 silinder Cherokee. Buat pembalap kelas Nasional sepertinya sekalipun, dengan mesin sebengis ini tetap tidak semudah membalikan telapak tangan. Karena set-up suspensi jadi prioritas utama setelah ganti mesin.

“Butuh dua kali latihan berbeda untuk mendapatkan base set-up. Benar-benar sulit untuk cari setting dasar suspensi untuk tenaga mesin besar. Sekarang, setting harus sangat presisi, lari sedikit saja setting-nya akan berpengaruh besar ke waktu saat lomba,” ucap TB Adhi yang berpasangan (navigator) dengan Boy M. Dinata saat lomba.

Menurutnya, struktur Cherokee masih memadai untuk menghantarkan tenaga bengis dari mesin di trek speed off-road. Karena, trek off-road di Indonesia masih memiliki karakter yang pas buat Cherokee. “Jadi, dengan suspensi dengan travel 12-14 inci, masih cukup untuk saya,” bilang TB. Utamanya adalah suspensi canggih, TB menggunakan shockbreaker 3 way dari MCA (Murray Coote Automotive).

Untuk mengawinkan ke badan Cherokee sebenarnya tidak sulit, melihat pertimbangan ini adalah kendaraan speed. Di mana setiap inci, harus dihitung secara presisi dan detail. “Karena mesin LS3 ini tidak berbeda jauh distribusi bobotnya dari Cherokee, jadi tidak ada penyesuaian placement mesin. Masih tetap sama dengan posisi mesin yang lama,” jelas pria yang bergabung dengan team HRVRT BGM-HBM-BMB.

Pastinya saat ini, TB Adhi sudah jauh lebih puas bertanding di kelas paling bergengsi di speed off-road. Sekarang pemicu adrenalinnya sudah terpenuhi, TB tinggal menyesuaikan sedikit lagi tunggangannya, dalam sektor suspensi. Agar bisa membawa terus namanya di podium.

Mesin

Mesin GM small-block LS3 upgrade total hingga stage 3. Kapasitas mesin naik dari 6.2 Liter ke 7.0 Liter, tenaga yang dimuntahkan pun bengis. Saat di dyno tercatat horsepower 650 dan torsi 827 Nm!

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_09_10_58_04_IMG_0248.jpg

Gearbox

Transmisi Dog-Drive pabrikan PPJ jadi andalan untuk mengimbangi mesin bengis. Untuk menggerakan roda depan, menggunakan transfercase NV 249 Viscous.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_09_10_58_50_IMG_0279.jpg

Gardan

Kaki-kaki pun ganti yang kokoh agar tahan dari siksaan mesin. Gardan Toyota 8” di depan dan Toyota 9” di belakang, lengkap dengan as roda chromolly Longfield. Dipasangkan juga locker Truetrac di depan dan Detroit Locker di belakang, untuk hasil traksi roda maksimal.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_09_10_58_30_IMG_0263.jpg

 

Suspensi

MCA (Murray Coote Automotive) shockbreaker canggih asal Australia, jadi andalan untuk menjinakan mesin bengis di trek off-road.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_09_10_58_50_IMG_0293.jpg

 

Pelek

Manuver dan akselerasi dari mesin V8 benar-benar kejam. Karena itu harus menggunakan pelek beadlock keluaran Method Race Wheels, agar ban tidak terlipat saat menikung.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_09_10_58_30_IMG_0255.jpg

Spesifikasi Teknis

Cubic Inch / LTR's:    427 / 7.0

Engine:                                    GM LS3 upgrade Stage 3

Block:                          Cast Aluminum

Crankshaft:                  4340 Forged Steel

Rods:                           Forged H-Beam

Pistons:                        Mahle Forged

Heads:                         Cast Aluminum  CNC Ported

Intake Manifold:          F.A.S.T intake

Intake Valves:             Titanium

Retainers:                    Lightened Chromolly

Pushrods:                     Chromolly

Lifters:                         Delphi Hydraulic Roller

Camshaft:                    Solid Roller

ECU:                           Holley EFI Management

Air Filter:                     K&N

Fuel System:                Bosch 040 & 044

Gearbox :                     Dog-Drive PPG

Clutch :                        Extreme Performance

Bell Housing :              Advance Adapters

Transfercase :              NV 249 Viscous

Shockabsorber :           MCA (Murray Coote Automotive) Suspension 3-way

Suspension:                 5-links (depan) & 4-links (Belakang)

Brake :                         Carbone Lorraine

Gardan            Depan:            Toyota 8” with Chromolly axle shaft

Gardan Belakang :       Toyota 9” with Chromolly axle shaft 32 spline

Locker:                                    Truetrac Differential (depan)

Detroit locker differential (belakang)

Baut as roda:               ARP bolts & studs

Wheels :                       Method Wheels

BOYD Wheels

Tire size:                      245/75R16

Rollbar :                       Seamless pipes 44mm & 38.1mm

Seat :                           Recaro

Safetybelt :                  OMP

Fire extinguiser :          Sparco

Helmets :                     Stilo


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
 Restorasi Custom | Daihatsu Delta DV26 1977
Restorasi Custom | Daihatsu Delta DV26 1977
JIP TWITTER FEED
Review Produk