KANAL 4Event

JIP - Gelaran IOX (Indonesia Off-road Expedition) pun sudah bergulir dalam lima tahun belakangan ini. Dan hebatnya, event berdurasi panjang dengan biaya pengeluaran yang besar ini, tetap menarik banyak peminat setiap tahunnya. Untuk membuka peluang peserta baru ikut IOX, diadakanlah seleksi pra event. Yang kemudian dikenal dengan IOX & Friends Challenge.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_20_12_DJI_0013.jpg

Pertama kali digelar pra event ini pada Oktober 2014 di Purwakarta, untuk seleksi peserta baru di event IOX JAVA 2015. Kemudian yang kedua berlanjut di Yogyakarta pada Oktober 2015, untuk gelaran IOX JOLI 2016. Dan tahun ini, IOX & Friends Challenge pun bergulir di dua daerah, yaitu Subang dan Makassar, untuk gelaran IOX CELEBES 2017.

Tahun depan IOX akan berlangsung di Makassar, untuk mengakomodir peserta yang cukup banyak dari daerah Jawa dan Sumatera, itu kenapa diadakan juga IOX & Friends Challenge (IOX&FC) di Pulau Jawa, yaitu di Subang pada tanggal 11-13 November 2016. Mengambil lokasi hutan pinus di daerah Kampung Darandan dan perkebunan di Bunihayu.

Sedangkan Makassar yang menjadi tuan rumah IOX tahun depan, juga tetap mengadakan IOX&FC pada 18-20 November 2016 untuk seleksi peserta di Sulawesi dan sekitarnya. Ini baru pertama kali IOX&FC diadakan 2 kali dalam setahun untuk mengakomodir peserta di Indonesia Bagian Timur. Panitia memilih lokasi di Pucak Arra, Maros dan Gowa yang ditempuh dengan waktu 1 jam dari Kota Makassar. Konon lokasi ini nyaris dijadikan sebagai proyek Taman Safari pada masa pemerintahan Soeharto.

“Melihat besarnya peminat IOX, slot yang akan diberikan dari hasil pra event pun diperbanyak. Yang tadinya hanya menerima 15 calon peserta, kali ini ada 20 slot calon peserta untuk ikut main event,” jelas Alpian Piuk, selaku ketua Panitia IOX&FC Subang 2016. Ke-20 slot peserta tadi pun masih dibagi lagi dengan IOX&FC di Makassar, jadi calon peserta yang diterima 10 dari Subang dan 10 dari Makassar.

Tujuan event Friend Challenge ini sebenarnya ada dua. Yang pertama adalah eliminasi peserta itu sendiri. Kedua untuk menjalin keakraban antar peserta, sekaligus kekompakan. Sehingga diharapkan pada saat main event yang durasinya jauh lebih panjang, dapat diperoleh kerjasama apik dan mental kuat.

Perlu diingatkan kembali, sebenarnya IOX&FC ini tidak hanya untuk ajang seleksi peserta IOX. “Tapi ini juga sebagai wadah buat para pecinta 4x4 di seluruh Indonesia yang ingin merasakan nuansa dari IOX itu sendiri,” jelas Piuk. “Banyak yang beranggapan bahwa event ini semata-mata untuk seleksi peserta main event, padahal sebenarnya terbuka untuk siapa saja,” tambahnya.

Bagi off-roader yang sudah punya kendaraan siap off-road, tetap bisa mengikuti IOX&FC. “Event sengaja dibuat sedemikian rupa mirip dengan IOX, namun dengan durasi yang lebih singkat,” jelas Piuk. Saat scrut, kendaraan pun dicek sesuai dengan standar IOX, mulai dari barang bawaan hingga sparepart yang dibawa.

Format pra event ini pun berbeda dari dua tahun sebelumnya, sekarang lebih sesuai dengan seleksi peserta yang akan mendapatkan tiket main event. Dalam tiga hari berlangsungnya pra event ini, dibagi dua hari untuk trek CR dan satu hari trek SCS. Dua hari pertama peserta akan flying camp di tengah trek CR, untuk merasakan sedikit nuansa event IOX. “Sebenarnya ada dua trek CR yang disediakan, berhubung peserta sudah tertahan dua hari di dalam CR pertama. Trek CR dua pun tidak jadi dibuka,” jelas Dicky Sulaeman yang kali ini ditunjuk jadi Leader IOX&FC di Subang.

Pada pra event sebelumnya, penilaian point peserta hanya diambil ketangkasan dan kecermatan menaklukkan trek SCS. “Sekarang penilaian teknik recovery juga diambil di trek CR, di beberapa titik handicap berat, ada panitia yang mengawasi,” jelas TB Adhi sebagai Racing Committee IOX&FC. “Ada 60% bobot penilaian diambil dari trek SCS, sedangkan trek CR hanya 40%. Pertimbangannya, di trek SCS ini kita dapat melihat ritme teknik winching para calon peserta IOX,” tambahnya. Itu sedikit gambaran soal mekanisme IOX&FC di Subang.

Sementara IOX&FC Makassar mendapat sambutan dan dukungan penuh dari pihak setempat seperti Pemprov Sulsel, Pemkot Makassar, IOF Pengcab Makassar, Pertamina, Bank Sulsel, Djarum Super, Yuasa, BNI, Kalla Group, dan Gasing Group. Hal tersebut dipertegas oleh A. Arwin Aziz selaku Ketua IOF Pengcab Makassar, "Kami mengapresiasi panitia, tentu event ini menjadi acara yang bergengsi buat kami. Kami mendukung penuh baik dalam hal materi maupun non materi. Bahkan dalam kaitannya dengan pemerintah daerah, kami difasilitasi. Dalam hal ini keterlibatan pemerintah daerah sangat kuat untuk IOX. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini menambah animo pecinta offroad yang ada di Makassar dan tentunya di Sulsel,” jelasnya.

Persiapan IOX&FC Makassar mulai dari 3 bulan pertama, dan sisanya 2 bulan konsentrasi survei trek. Momen survei pun menyisakan cerita dan pengalaman tersendiri bagi timnya. "Kendaraan kami sempat klontang, 2 winch jebol, kaca jendela milik mas Pipit pecah kena bambu dan nyaris menusuk kepala,” cetus M. Yulianto Badwi selaku Technical Delegate.

Antusiasme calon peserta di Makassar boleh dibilang 'membludak' pasalnya ada 100 kendaraan yang terdaftar diregistrasi, namun yang lolos scrut hanya 33 kendaraan yang terdiri dari 9 tim. "Kami memberlakukan peraturan yang sangat ketat, karena ini masalah kesiapan kendaraan terutama menganut sistem Safety No Compromise," cetus Dr. Abdul Azis selaku Ketua Acara IOX&FC Makassar.

Di Makassar, pihak penyelenggara membagi peserta menjadi dua grup, A dan B. "Konsepnya sedikit beda dari yang di Subang, kami menggunakan jalur CR trek A dan Trek B. Itu akan disilang dihari kedua. Sedangkan SCS ada 3, dimulai hari pertama, Jumat. Selesai CR masuk camp itu kita lakukan 1 SCS. Di hari minggu peserta akan disuguhkan 2 SCS yang berbeda. Setelah itu panitia mengumpulkan poin, barulah keluar poin pemenang dan setelah itu akan keluar siapa yang mengikuti ke main event," tegas Firzal Muzaffar selaku Ketua IOX Sulsel Chapter. Poin penghitungan pun beda dengan Subang, bobot poin 75% diambil di CR dan 25% di SCS.

Menurut survei, trek A menempuh jarak 19 km dengan waktu 14 jam, untuk trek B dengan jarak 20 km memakan waktu 16 jam. Namun kembali lagi soal keterampilan dan ketangkasan peserta dan cuaca. "Di Trek A ada 14 handicap dan Trek B ada 11 handicap. Di setiap handicap ada penilaian poin. Sedangkan karakter trek SCS ada yang berbatu, lumpur dan semi speed. Siapkan tenaga dan nyali!" ujar Yudi Rakapale selaku Pimpinan Lomba.

 

IOX & Friends Challenge Subang

Jebakan Bukit Hutan Pinus dan Kebun Duren

 

 Jumat jam 9 pagi peserta berangkat dari area Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0605 Subang, langsung mengikuti tulip menuju Desa Bantar Sari. Setelah jalan aspal sekitar 10 kilometer, rombongan IOX & Friends Challenge sampai di mulut trek CR (Country Road).

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_22_20_sb%20(1).jpg

Hamparan hutan pinus pun menyambut kehadiran peserta. Permukaan tanah yang jadi mulut trek pun sudah memberikan sedikit menu pembuka. Jalur turun dan miring harus dilalui sejak awal trek. Kondisi jalan seperti ini tidak jadi masalah buat peserta saat kondisi trek kering. Namun, cuaca cerah yang bersahabat tidak bertahan lama, teriknya matahari mulai tertutup awan hitam. Hujan turun deras mengguyur Desa Bantar Sari saat tengah hari, bahkan karena terlalu lebat, aliran air dari atas bukit pinus ini turun deras membanjiri beberapa titik jalan.

 

Handicap belum ada yang menyulitkan peserta, sebelum tiba di daerah Desa Darandan. “Sejauh ini tidak ada handicap yang berat, hanya saja hujan yang cukup deras menuntut peserta harus jeli dalam memilih jalur,” jelas Dicky sebagai Track Leader menggunakan Suzuki Vitara. Dan leader pun berhasil tembus sampai daerah Darandan pada pukul 5 sore, peserta lainnya pun masih banyak yang terhambat di trek.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_22_59_sb%20(5).jpg

Setelah mengaspal sekitar satu kilometer dari Desa Darandan, trek pun kembali memasuki hutan pinus. Kali ini ada dua titik handicap yang siap menghadang. Dan di titik handicap itu pula ada panitia yang mengawasi peserta. “Penilaian diambil pastinya dari teknik recovery, dan juga unsur safety. Seperti tidak memakai damper winch atau sarung tangan akan dikurangi pointnya,” jelas Agus yang menjaga di Way-Point (WP) 31.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_22_59_sb%20(7).jpg

Ada dua jenis V yang siap menyambut seluruh peserta IOX&FC di WP31, kedua V ini jaraknya pun berdekatan. “Yang pertama ini turunannya cukup curam, tapi tidak terlalu dalam. Nah, V berikutnya nih lebih ekstrem… Turunannya sedalam 20 meter, dan harus ditahan pakai winch belakang untuk sampai ke dasarnya. Naiknya pun juga tidak kalah sulit, karena miring dan curam juga,” jelas Zulkarnain Danie yang mendampingi calon team Badak di IOX.

Trek dengan jarak 10 kilometer ini rupanya sudah cukup menghambat seluruh peserta IOX&FC hingga hari Sabtu. Sehingga, tidak perlu lagi peserta masuk di trek CR dua. Karena di hari Minggu, tiga trek SCS sudah menanti peserta. Trek SCS ini berada di perkebunan milik Koh Kebun di daerah Bunihayu.

Perkebunan yang ditanami oleh pohon duren ini pun disulap jadi SCS. “Ada tiga jenis trek SCS yang harus diselesaikan oleh peserta. Dua SCS peserta harus winching untuk menyelesaikannya, sedangkan satu SCS dituntut skill peserta dalam memilih jalur trek,” jelas TB Adhi.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_22_58_sb%20(3).jpg

Kontur tanah berbukit ini pun sulit dilalui peserta, bukit yang curam dan tinggi ini menguras kerja para navigator. Belum lagi jalur yang dibuat cukup tricky, salah ambil jalur dapat kelontang atau terjepit diantara pohon duren.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_22_58_sb%20(4).jpg

Belum banyak peserta yang berhasil menaklukkan ketiga SCS tersebut, hujan pun mengguyur dengan derasnya sejak siang hari. Pun makin sulit lagi peserta untuk menyentuh garis finish. Trek SCS pun ditutup jam 3 sore, hujan pun belum puas turun hingga SCS tersebut ditutup.

 

IOX & Friends Challenge Makassar

Membelah Bukit dan Cerukan

 

 Jumat pagi ini pukul 7 para peserta berkumpul di depan anjungan Pantai Losari, tepatnya di depan rumah jabatan Walikota Makassar. Pagi itu Jalan Penghibur dipenuhi oleh kendaran para peserta yang siap tinggal landas menuju trek offroad di Maros. Bendera start bertuliskan IOX Adventure Club Sulsel Chapter siap dikibarkan oleh Gubernur Sulsel Dr. H. Syahrul Yasin Limpo.

Mulai memasuki Kabupaten Maros, tampak perbukitan mendominasi panorama khas Makassar yang dipenuhi rimbunan pohon. Maros memang memiliki potensi kekayaan alam yang luar biasa indahnya. Sekitar 3 km dari jalan aspal, peserta langsung disuguhi handicap di kawasan Sungai S. Tak perlu basa basi sebelum masuk sungai, navigator dan kru siap menahan strap yang terpasang pada roof rack supaya kendaraan tidak terbalik.

 

IOX&FC Makassar memang tidak ada Track Leader, peserta sudah dibekali dengan tulip dan GPS. Sengatan matahari yang setiap harinya mencapai 36 derajat di wilayah Sulsel sudah menjadi hal biasa. Yaps, panas sekali meski baru jam 10 pagi. Sepanjang 200 meter peserta disuguhi 4 handicap yang harus dilalui. Lumayan buat menu pembuka. "Baru masuk aja udah begini, mantap!", sambut A. Kemal dari tim Lebah 2.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_20_12_IOX&FC%20Makassar%20(4).jpg

Setelah makan siang dan menunggu peserta sholat Jumat, saya geser ke trek lain di tambang tanah. Antrian tampak panjang dan suara mesin Cherokee mengerang, cerukan V menghadang para peserta. Turunan cerukan sedalam  25 meter, peserta ada yang terpaksa harus bersandar di pohon karena cukup licin. Strap masing-masing kendaraan terlilit di roofrack ditahan oleh para kru dari belakang. Banyak peserta harus double line ditanjakan dengan kemiringan sekitar 70 derajat ini.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_20_12_IOX&FC%20Makassar%20(6).jpg

Saat kembali ke media car bersama panitia, Dr. Abdul Azis menemukan sampah yang tergeletak diantara tumbuhan. "Wah, masih ada aja yang nyampah. Jangan jadi offroader kalau masih nyampah", tegasnya. Menjelang sore mulai turun hujan, peserta mulai kerepotan akibat trek diguyur hujan, air sungai mulai naik, tepi sungai sudah menjadi bubur.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_21_20_IOX&FC%20Makassar%20(15).jpg

Malamnya tim media dan panitia pulang ke basecamp Rumah Adat Balla Lompoa, daerah Pucak Arra. Di dekat basecamp, dekat dengan garis finish Trek A. Pukul 11 malam Tim Kancil berhasil memasuki garis finish. "Turunan di atas curam sekali untung hujannya nggak deras, kalau deras kita nggak berani turun", ujar salah satu tim Kancil. Turunan mencapai 60 derajat dengan tanah berlumut.

Hari kedua peserta diajak membelah bukit dengan tanjakan panjang, "Semalam kami flying Camp karena tim sudah kelelahan melibas tanjakan", cetus A. Arwin Aziz yang tergabung di tim Belibis 1. Winch depan rupanya harus kerja keras.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_15_04_21_20_IOX&FC%20Makassar%20(12).jpg

Di W.P 35 tunggangan Filemon asal Jakarta sempat bermasalah, "Lownya bermasalah dari kemarin kita pakai high terus. Baut blok ada yang patah, tapi bisa diatasi kita bawa cadangan", ujarnya.

Finish atau tidak finish di trek CR di hari ke-3, semua peserta diwajibkan kembali ke basecamp. Ada dua SCS yang lokasinya berada di depan basecamp panitia. SCS 3 dengan handicap lumpur dirasa paling seru. Meski saat melewati handicap lumpur semua peserta harus winching, namun semua bisa finish.

Lega dan senang, meski lelah tergambar jelas pada mimik wajah para panitia namun mereka melakukannya dengan hati gembira. Salut! Menang atau kalah itu sudah biasa, yang penting kebersamaan.

Mari kita membangun Indonesia dengan menjaga lingkungan disekitar kita, mulailah dari hal yang paling kecil.

 

Result Team IOX&FC Makassar 2016

No.

Tim

Total Poin

1.

Kancil

2.081

2.

Anoa

2.078

3.

Kalomang

1.984

4.

Lebah 2

1.830

5.

Lebah 1

1.699

6.

Belibis 2

1.550

7.

Belibis 1

1.296

8.

Rusa

1.253

9.

Anaconda

560

 


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
 Restorasi Custom | Daihatsu Delta DV26 1977
Restorasi Custom | Daihatsu Delta DV26 1977
JIP TWITTER FEED
Review Produk