KANAL 4Event

JIP - Debut Julian Johan dalam balap speed off-road dimulai tahun 2012. Inilah awal perubahan karirnya dalam dunia off-road, setelah sebelumnya kerap bergelut di ranah adventure sejak 2002. Tahun itu ia membesut Toyota FJ40 yang diubah spesifikasinya jadi kendaraan kompetisi speed off-road, hingga 2014.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_20_04_03_58_sp%20(2).jpg

Puas dengan FJ40 selama 2 tahun, pria yang akrab disapa Jeje ini ganti tunggangan. Kali ini giliran Grand Cherokee WJ menemaninya meliuk di trek speed. Sama seperti FJ40, dia pun tidak pindah kelas, dan tetap berada di kelas G4.3, kelas yang mempertarungkan mesin 6 silinder, full modifikasi.

Pun ditahun ini ada perubahan pada Jeje. Begitu juga dengan keseruan dalam Indonesia Extreme Off-road Racing 2016 seri II, yang berlangsung di Sirkuit Paramount Land, Serpong pada 6-7 Agustus 2016. Dimana trek sepanjang 4.3 kilometer ini sedikit mengubah format dari seri-seri sebelumnya saat diadakan disini.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_20_04_04_28_sp%20(7).jpg

Karena, dengan lebar 4.2 meter menjadikan trek ini surga buat mesin-mesin kapasitas besar. Speed yang dihasilkan oleh tenaga mesin besar V8 bisa dikerahkan secara maksimal. Pertarungan di arena sirkuit pun jadi tontonan menarik saat kelas G5.4 (Group FFA). Dan Jeje yang baru pindah ke kelas tersebut di tahun ini pun merasakan sensasi berbeda. Berikut adalah kisah darinya saat berlaga di IXOR seri II kemarin.

Memasuki 2016, merupakan tahun yang sangat penting dalam karir saya di dunia balap speed offroad. Untuk pertama kalinya saya berkesempatan ikut di kelas 8 silinder (Grup FFA), yang merupakan kelas tertinggi pada kejuaraan Indonesia Extreme Offroad Racing (IXOR). Ini adalah kelas 8 Silinder, dimana para jawara dan pembalap idola saya berkumpul.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_20_04_04_28_sp%20(11).jpg

Seperti Tb Adhi, Musa Rajeckshah, Rifat Sungkar, dan lainnya bertarung di kelas ini. Dalam beberapa tahun terakhir, kelas ini meningkat pesat dan diisi oleh banyak pembalap yang sangat kompetitif. Menjadikan kelas 8 Silinder penuh tantangan dan pembelajaran bagi saya sendiri.

Sejak kecil saya memang menyukai kendaraan Amerika bermesin V8. Salah satunya adalah Jeep Grand Cherokee WJ. Itu jadi salah satu alasan saya beberapa kali berganti mobil jenis tersebut. Grand Cherokee yang digunakan pun lebih banyak dipakai  untuk harian maupun light offroad. Sampai akhirnya pada tahun 2014 berkesempatan untuk membangun Grand Cherokee untuk kompetisi Speed Offroad.

Sadar akan mahalnya penggunaan mesin V8, saya pun memakai mesin Cherokee XJ 6 Silinder pada Grand Cherokee balap tahun lalu. Setelah menjalani 1 tahun musim, kali ini saya kembali berkesempatan untuk menggunakan Grand Cherokee, bermesin 8 Silinder Chevy LS3 7000cc, untuk musim balap 2016.

Perbedaannya bukan hanya pada mesin, tapi Grand Cherokee kali ini menggunakan basic kendaraaan Semi Tubular. Sasis monokok Grand Cherokee masih digunakan, yang ditutup dengan rollcage pada sekujur badan, serta dengan penggunaan bodi fibreglass.

Kesempatan datang dari tim saya, Asal Hati Senang Racing Team. Mengusung nama AHSRT GT Radial, saya memulai pengerjaan mobil ini di bengkel DSS Garage Ciputat, menjelang akhir 2015.

Dengan konsep Grand Cherokee versi Rally Dakar, dibuatlah styling body lebar, dan bodi belakang Liftback. Mesin bertenaga besar, dan bobot kendaraan yang cukup ringan, berbeda dari sebelumnya. Rifat Sungkar secara intens memberikan arahan mengenai tunggangan baru saya ini. Waktu pengerjaan memang lebih lama dari schedule, sehingga saya baru bisa mengikuti kejuaraan IXOR pada seri 2. Sadar akan persaingan di kelas 8 Silinder yang sengit, ditambah dengan mobil yang belum pernah saya gunakan balap sebelumnya, target saya hanya finish pada semua SS dengan aman dan lancar.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_20_04_03_58_sp%20(5).jpg

Hari pertama saya gunakan untuk beradaptasi dengan mobil. Bukan hanya dengan karakter sasis dan suspensi, saya juga harus dengan cepat mempelajari penggunaan girboks matic saat balap.

Sementara untuk suspensi dan rem, saya sudah cukup familiar. Tantangan lain justru muncul dari Steering House. Dengan penggunaan Steering House Super Close Ratio, saya harus membiasakan mengendarai mobil yang putaran maksimal setirnya hanya 3/4. Sebenarnya saya sangat menyukai ratio ini, karena mirip dengan ratio setir saat saya bermain Video Games balap. Memang jauh lebih praktis dan gesit, tapi saya harus membiasakan terlebih dahulu. Karena belum terbiasa, saya masih beberapa kali terlalu cepat membelok padahal belum sampai di mulut tikungan.

Pengalaman lucu juga sempat terjadi di SS pertama. Mobil saya menggunakan sistem Trans Brake untuk start. Saat akan start, tombol Trans Brake ditekan agar mobil tidak maju walaupun pedal gas diinjak penuh. Saat lampu hijau, tombol tersebut dilepas dan mobil akan melesat dengan kecepatan tinggi. Tetapi, dengan kondisi yang cukup grogi karena belum pernah menggunakan teknologi ini, saya telat start karena baru melepas tombol beberapa detik setelah lampu hijau menyala. Hari pertama ditutup dengan hasil saya berada di peringkat 18 umum.

Di hari kedua, saya mencoba kembali menghaluskan gaya menyetir. Terutama pada Racing Line yang di hari pertama masih berantakan karena tidak terbiasa dengan rasio setir yang baru. Rata-rata waktu yang saya tempuh di hari kedua meningkat lebih cepat sekitar 5 sampai 7 detik untuk setiap SS nya. Bersyukur bisa meraih peringkat ke 10 umum dari total sekitar 170 mobil, dan masuk ke babak Best Overall.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_20_04_04_28_sp%20(8).jpg

Secara keseluruhan, mobil mampu membawa saya melebihi target yang ditetapkan sejak awal. Menurut saya cukup bagus untuk mobil yang baru selesai dibangun, karena cukup kompetitif untuk bersaing dengan pembalap senior lainnya, dan dalam kondisi yang hampir tidak ada kerusakan.

Permasalahan yang perlu segera dibenahi setelah balap ini, adalah penggunaan Stall Speed (Rasio) agar sesuai pada Torque Converter girboks matic. Torque Converter merupakan salah satu elemen terpenting pada mobil balap bertransmisi matic. Dengan perhitungan Rasio Torque Converter pas, mobil mampu melesat lebih cepat pada tingkat RPM yang sesuai dengan Peak Power mesin.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_20_04_04_28_sp%20(10).jpg

Diluar dari teknis mobil, debut balap di kelas 8 Silinder memberikan banyak pelajaran bagi saya. Dengan persaingan yang sangat ketat, menuntut saya untuk lebih cepat lagi dalam beradaptasi dan memperbaiki kualitas menyetir.

Kesempatan untuk dapat sharing ilmu dan pengalaman dari pembalap 8 Silinder seperti Tb Adhi, Yusdar Umar, dan lainnya, saya manfaatkan sebaik mungkin. Ditambah dengan kendaraan yang semakin canggih di kelas 8 Silinder seperti tim JRT, membuat saya semakin semangat untuk mempelajari tentang teknologi mobil balap ini.

Dengan hasil evaluasi yang didapat pada IXOR Seri 2, ditambah dengan masukan para pembalap senior, harapan saya mampu fight lebih baik lagi pada IXOR Seri 3 nanti. Dan tentunya memberikan hiburan yang terbaik bagi penonton.

 

Kejuaraan Kelas

Kelas : G1.2

Pos.     Driver / Navigator                           Reg.                Team

1          Musa Arjianshah / Hery Koentoyo     Sumut              7 Saudara

2          Yedidiah S / Reza                               DKI                 Pertamax Motorsport

3          Satya Sunarso / Roeshadi Baboe         DIY                 7 Saudara

Kelas : G2.1

1          Febby K / Opick H                            Jabar                JF Intersport

2          Dedy Maulana / Relly Tama               Jabar                CIMB Niaga 4x4

3          Rahman / Widianu H.                                     Kalsel              AHSRT

Kelas : G2.2

1          Kikin Nurwinda / Nuel                       Jabar                BMS

2          M. Alghifari / A. Choyod                    Jabar                Banten Offroad

3          Totong / A Suganda                            Jabar                RAM Motorsport

Kelas : G3.1

1          Juar Setiadi / Santosa                          DKI                 DRT

2          M. Saleh / Rully                                  Jabar                7 Saudara

3          Heri Susanto / Dwi IS                        Jatim                DRT

Kelas : G3.2

1          H. Irman / Yadi                                  Jabar                7 Saudara

2          Denny Arief / M. Ganyong                 Jabar                AHSRT

3          H. Endang Gunawan/Reiza Gunawan DKI               Banteng Motorsport

Kelas : G4.1

1          Joko Prayitno / Samin                                     Banten                         DSS

2          Dean Colin / Bono Widjonarko          DKI                 Jeepy Magazine

3          H. Juhri Bahri / H. Deden                   Jabar                Privateer

Kelas : G4.2

1          Tb Deyang / M. Lutfi                          DKI                 HRVRT

2          H. Adim / M. Zaki                              Kalsel              Privateer

3          Hans Gunawan / Achmad Faisal        Bali                  JF Intersport

Kelas : G4.3

1          Eko Luriyanto / Cyrus A.                   DKI                 Juice Junkies Kiara 4x4

2          A. Riezka Donalsha / Donny Wardono DKI              JF Intersport

3          Dadan Pohang / Iman Firmana           Jabar                HRVRT

Kelas : G5.1

1          Welly Susanto / Dimas                       Jabar                Navsat

2          Alinka Hardianti / Alvito                    Kalsel              BJM Racing Team

3          H. Blegur / Hadek                              Kalsel              Astri Mining

Kelas : G5.2

1          Dira Sulanjana / Boyke Fadjar            Jabar                JF Troupe Intersport

2          Pramono Hardy / Aepz                       Jabar                Privateer

3          Ben / Max-M                                       DKI                 Banteng Motorsport

Kelas : G5.3

1          Andi Baihaki / Yurri Setiawan                        Kalsel              BJM Racing Team

2          Bimo Pradikto / Fredrik TM.              DKI                Banteng Motorsport

3          Bintang Prananda / Dodi Juwandi      Jabar                JF Troupe Intersport

Kelas : G5.4

1          H. Samsudin / Michael                       Kalsel              Jhonlin Racing Team

2          H. Atuy Faturahman / Indra Artanto  Kalsel              BJM CGRT

3          Rifat Sungkar / M. Redwan                 DKI                 Pertamax Motorsport


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
 Restorasi Custom | Daihatsu Delta DV26 1977
Restorasi Custom | Daihatsu Delta DV26 1977
JIP TWITTER FEED
Review Produk