KANAL 4Review Product

Sempurnakan Kinerja Perangkat Elektrik
Review Produk
Q-Max IVS dan NBDC
Penulis : Farman Bahar | Foto : Bimo SS, Farman Bahar

JIP - Beberapa waktu lalu, kami berkenalan dengan prinsipal Q-Max, sebuah produk aftermarket yang sedang gencar dipromosikan pada salah satu event otomotif. Q-Max diklaim mampu menyempurnakan sistem kelistrikan kendaraan, yang ujungnya dapat memperbaiki performa mesin, serta semua peranti bertenaga listrik pada kendaraan.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_47_47__MG_9765.jpg

Sebelumnya, beberapa produk serupa memang telah beredar luas di pasaran, dan mendapat tempat di kalangan pengguna mobil. Dari yang ingin performa mesin lebih bagus, sampai yang hanya mengejar efisiensi bahan bakar. Ini lumrah ditemui beberapa tahun belakangan, dan semakin populer bila kondisi ekonomi memaksa pengguna mobil mencari cara mengurangi konsumsi bbm.

Merasa terusik dengan produk itu, kami pun berdiskusi dengan Marco Chendra, bos Q-Max di Indonesia. Bukan karena ingin membuat jip atau SUV semakin irit, atau semakin kencang. Tapi lebih karena persoalan kelistrikan akibat penggunaan winch elektrik, yang semakin populer berkat off-road ekspedisi yang belakangan naik daun.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_47_47_IMG_5212.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_47_47_IMG_5214.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_47_47_IMG_5216.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_47_47_IMG_5218.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_48_05_IMG_5221.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_48_05_IMG_5222.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_48_05_IMG_5225.jpg

Sebuah winch elektrik standar, mengonsumsi 400 ampere ketika bekerja tanpa beban berat. Namun, ketika digunakan untuk recovery, kebutuhan listriknya menjulang hingga 500 ampere lebih. Semakin berat bebannya, semakin rakus sedotan listriknya. Lebih edan lagi bila menggunakan winch double motor. Intinya, sistem kelistrikan kendaraan harus siap untuk beban super berat itu.

Banyak cara mengatasi lonjakan sedotan listrik tersebut. Dari memasang alternator high-output, memasang alternator tambahan, hingga memasang sejumlah aki tambahan untuk membantu. Namun, tentu cara ini kurang pas untuk jip atau SUV harian yang winch-nya hanya bekerja ringan saat weekend. Selain repot, juga tidak efisien, karena beban alternator yang berat ikut menambah konsumsi bahan bakarnya.

 

Ujungnya, kami bertanya ke Marco, apakah produknya bisa membantu situasi seperti itu? “Asalkan perangkat yang menggunakan listrik kendaraan, pasti ada pengaruhnya,” ujarnya berhati-hati. Kami maklum, dia sendiri belum menjajal penggunaan untuk winch.

Singkat cerita, redaksi pun meminjam unitnya untuk dicoba dengan beban winch elektrik. Handito dan Keliek dari SJI (Suzuki Jip Indonesia) membantu dengan menyediakan kendaraan tes, juga prosedur pengetesan sederhana. Handito mengusulkan pengujian dilakukan di bengkel Galeri Alternator, agar kami dapat memastikan dan melakukan pengukuran yang lebih obyektif.

Kami pun bertemu Handito dan Keliek, bersama Atek, bos Galeri Alternator, di workshop dan toko mereka, di kawasan Radio Dalam, Jakarta Selatan. Keliek meminjamkan Suzuki Vitara pikapnya yang juga menjadi kendaraan rescue IOF. Sebuah MPV menjadi dummy recovery, yang akan ditarik dengan winch elektrik-nya Vitara.

Tes pertama kami hanya memantau arus listrik pada multimeter (terpasang pada aki), ketika Handito melakukan tiga tarikan singkat pada winch. Kami mencatat angka tertinggi (189 A) , yang mewakili sedotan arus winch ke aki.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_48_05_IMG_20160919_144756.jpg

Lalu kami pasang dua alat sekaligus dari Q-Max, yakni IVS (Intelligent Voltage Stabilizer) dan NBDC (Nano Boosted Direct Charger With Ground Cable), sesuai petunjuk pemasangan. Kami tak memasangnya secara optimal, karena posisi aki untuk winch yang berada di belakang. Sehingga kami mesti menyambung kabel lagi ke alternator.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_48_05_IMG_20160919_145230.jpg

Setelah terpasang, kami mengulang lagi tiga tarikan winch sebelumnya, dengan beban serta durasi yang sama. Sejak tarikan pertama saja, angka pada multimeter sudah berubah jauh dari sebelumnya. Angka itu maksimal mentok di 151 A, turun sekitar 30%. Kami belum bisa memastikan efeknya jika dilakukan winching recovery yang sebenarnya, namun pengujian ini menunjukkan konsumsi listrik ke winch jadi lebih maksimal. Dan kerja alternator jadi lebih ringan...

Kami memang melakukan pengetesan ini agak terburu-buru, dan dengan kondisi yang kurang ideal. Namun, dengan metode yang digunakan, bisa dipastikan hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Yang pasti, dua alat ini memang berpengaruh pada sistem kelistrikan, serta kemampuan winch.

Selain itu, pengetesan di Caribian redaksi, dua alat ini memang memperbaiki respons mesin. Nantikan pengujian yang lebih serius, di trek off-road sebenarnya.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_03_29_02_48_17_IMG_20160919_145351.jpg

Thanks to :

Handito

Keliek SJI


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
MEX DIRTHBIKE part 4
MEX DIRTHBIKE part 4
JIP TWITTER FEED
Review Produk