KANAL 4Modifikasi

Ngartiā€¦!
Modifikasi Off-road
Suzuki Jimny
Penulis : Rindra P | Foto : Kodjang

JIP - Di pertengahan tahun 2000, Kardi Handoko cukup aktif dalam kompetisi adventure off-road. Waktu itu ia menggunakan tunggangan hasil garapannya sendiri, dengan konstruksi tubular dibekali output bengis dari mesin V8. Dan ikut kompetisi off-road ini karena dorongan dari hobi ngerakit kendaraan.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_28_35__MG_6605%20copy.jpg

 “Sebenarnya keinginan Papa untuk membangun mobil, lebih besar ketimbang mengendarainya,” jelas Cefiro Clan Chiu, sang anak. Akhirnya mesin-mesin V8 hasil rakitan sang Ayah pun dicicipi sang Anak. Dan Cefiro pun turun kompetisi off-road, di rentang waktu yang tidak lama. Setahun dia berlaga di kompetisi off-road dan harus berhenti karena konsentrasi kuliah.

Dari situ Handoko pun mulai berhenti membuat kendaraan tubular. Ini pun menyudahi hobi Handoko untuk membangun kendaraan off-road. Namun, kalau harus bikin kendaraan tubular lagi, sudah pasti tidak ada yang ngegas.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_28_55__MG_6567%20copy.jpg

Mulailah Handoko cari cara buat menjalankan hobinya kembali. Akhirnya diputuskan untuk buat kendaraan touring off-road. Karena ini pasti tidak akan mubazir, dan tetap bisa dipakai ke mana saja, tidak harus tunggu event off-road.

Kali ini, Handoko memang tidak sendiri. Dia pun mengajak sang Anak untuk terlibat langsung dalam hobinya ini. Cefiro pun tidak hanya melihat si Ayah bangun kendaraan off-road dan menunggu hasilnya saja, dia juga punya andil dalam proses pengerjaan.

Berdasarkan pengalaman, pilihan kendaraanya yang ringan dan tidak sulit dipakai di trek off-road. “Karena dulu Papa sempat pakai VX80 buat off-road panjang di Borneo. Pulang dari off-road badan mobil bonyok sana sini,” jelas Cefiro. Selain ringan juga cari yang dimensinya kecil, sehingga Jimny pun jadi pilihan.

 Memang ini sedikit lari dari selera Handoko dan Cefiro yang dahulu. “Sebelumnya kita memang akrab pakai mesin delapan silinder, tapi buat off-road touring rasanya tidak perlu,” jelas Cefiro. Pastinya ini jadi lari dari konsep ingin punya kendaraan off-road ringan. Toh, di Jember yang jadi domisili mereka, kebanyakan teman-teman off-road pakai Jimny. “Biar banyak temannya kalau pakai Jimny,” celetuk Handoko yang hobinya utak atik jip.

Karena touring off-road memakan waktu paling tidak diatas tiga hari. Pastinya banyak perkakas dan barang yang dibawa, untuk itu kendaraannya harus punya kapasitas ruang barang yang besar. “Biar dimensi Jimny luas, pilihannya ambil dari sasis Katana long,” jelas Cefiro.

Setelah sasis didapat, giliran berburu bodi Jimny. Handoko kepingin badan tunggangannya ini menggunakan bahan yang lebih segar. Karenanya badan Katana baru jadi pilihannya. “Setelah dapat, bodi Katana ini langsung dipotong-potong. Karena kepingin dibuat pikap,” jelas Cefiro. Alasan dibuat pikap karena Handoko dan Cefiro gemar dengan modelnya.

Setelah konsep tampilan sudah matang, giliran konsentrasi pada part Jimny yang akan digunakan. “Papa kepinginnya kendaraan off-road yang kuat dan tidak ngebengkel saat off-road,” celetuk Cefiro. Handoko pun menyerahkan hal tersebut kepada sang Anak, karena kepingin hasil yang lebih modern dan tidak pasaran.

Berhubung Handoko tidak bersahabat dengan yang namanya komputer, mulailah Cefiro ambil alih sepenuhnya. Dia pun berselancar di dunia maya untuk mendapatkan banyak refrensi Jimny di luar Indonesia. Berhubung populasi Jimny cukup digemari para hobi off-road, tidak sulit untuk mendapatkan part heavy duty. “Pilihannya banyak sekali, semua part aftermarket yang ada dipasang di badan Jimny,” jelas Cefiro pria yang juga balap drifting ini.

 “Hampir setiap hari saya browsing buat cari part Jimny,” jelas Cefiro. Akhirnya ada satu website jadi acuan dan inspirasi buat pilihan. Cefiro dimudahkan oleh website www.lowrangeoffroad.com, dalam situs ini tersedia banyak part dengan merek terkenal hingga bikinan Low Range itu sendiri.

 “Jadi sudah tidak pusing lagi, tinggal pesan sesuai dengan sasis kendaraan kita, mesin yang digunakan, dan jenis kaki-kakinya. Part yang dipilih itu nantinya langsung bolt-on di Jimny kita,” jelas Cefiro.

Berhubung sasis pakai Katana long, sistem suspensi pun mengadopsi per daun dari Trail Gear dengan konstruksi Bonz Eye, diaplikasikan ke gardan dengan sistem over axle. Agar travel suspensi makin panjang, dipasangkan anting per Trail Tough Missing Link yang berkerja seperti anting per revolver.

Pada bagian mesin, mesin F10A bawaan Jimny sudah tidak digunakan lagi. Sumber tenaga mengambil output yang lebih besar dengan mesin G16A milik Suzuki Vitara. Mesin 1600 cc ini pun ditingkatkan lagi performanya. Sistem induksi menggunakan karburator Weber Two Barrel ukuran 38-38.

“Untuk mesin sengaja pilih konvensional, sistem karburator rasanya paling bersahabat buat off-road. Setidaknya kalau ada masalah mesin hanya brebet saja, tapi tetap hidup,” ucap Cefiro. Kalau sudah ada elektronik, begitu malfunction pastinya mesin sudah tidak bisa apa-apa menurut pria muda ini.

Supaya tunggangan ini tangguh di trek off-road, gardan pun diperkuat. Cefiro pun tertarik menggunakan gardan bikinan Trail Gear. Gardan ini punya spesifikasi buat kendaraan 4x4 jenis Toyota, dan sudah jaminan untuk durabilitasnya bila dipasangkan ke Jimny.

Begitu semua part sudah dipesan, Handoko harus sabar sekitar lima bulan untuk merakitnya satu per satu. “Begitu datang semua part dipasang dengan mudah karena bolt on,” jelas Cefiro. Pemasangan part heavy duty ini pun memakan waktu tidak sampai sebulan. Yang lama dari bangun Jimny ini adalah di bagian bodi, karena harus dipotong dan dibentuk ulang jadi Jimny SJ40.

 

 

Mesin

Mesin ganti pakai G16A punya Suzuki Vitara. Mesin 1600 cc ini disempurnakan lagi output-nya menggunakan performance kit. Cam pakai durasi 268˚ bikinan Isky begitu juga dengan klep. Untuk induksi bahan bakar ke ruang bakar pakai karburator Weber Two Barrel 38-38, dan sistem gas buang mengaplikasikan header dari Low Range.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_30_mesin.jpg

Header

Manifold dengan konfigurasi 4-2-1 dari Low Range plug and play dengan mesin Suzuki G16A

 

Gearbox

Agar makin sempurna di medan off-road. Kerja transmisi dibantu dengan transfercase merk Marin Crawler, dengan perbandingan ratio low gear 5.4

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_30_transfercase.jpg

Gardan

Gardan diubah menggunakan spesifikasi untuk kendaraan Toyota. Mencomot gardan aftermarket buatan Trail Gear. Konstruksi gardan disiapkan untuk off-road rock crawling di Amerika, sehingga ground clearence lebih tinggi karena bonggol dan selongsong gardan posisinya sedikit di atas.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_13_gardan.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_13_gardan1.jpg

Anting

Sistem kaki-kaki mengadopsi suspensi rock crawling. Dengan konstruksi per over axle, dan anting per Trail Tough yang bekerja seperti anting per revolver, agar travel suspensi bisa melar jauh saat artikulasi.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_28_55_anting.jpg

Pelek

Pelek TRD untuk Toyota FJ-Cruiser bikin gagah tongkrongan Jimny, ditambah lagi dengan balutan ban Super Swamper TSL Bogger 33”.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_30_velg.jpg

Winch Belakang

Winch Warn M8000 tersimpan rapih di bawah bak, tertutup dudukan winch yang dibuat satu benang merah dengan bentuk sasis.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_30_winch%20belakang.jpg

Tenda

Disiapkan untuk touring off-road, tenda atap dari ARB pun dipasangkan di atas bak. Posisinya sejajar dengan atap kabin Jimny.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_30_tenda.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_28_55__MG_6612%20copy.jpg

Inverter

Letak inverter sedikit riskan karena berada di dalam bak, dan ada kemungkinan terkena air hujan.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_13_inverter.jpg

Kulkas

Tidak khawatir bawa bahan makanan basah selama camping, berkat firdge freeze ARB ini. Rack geser khusus kulkas ARB ini memudahkan akses ambil perbekalan di dalamnya.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_06_03_29_13_kulkas.jpg

Spesifikasi Teknis

Sasis                : Suzuki Katana Long

Body                : Katana Customized Pickup (by Automodis)

Mesin               : Vitara G16A 1.6L

Karburator       : Weber Two Barrel 38-38

Camshaft         : Isky 268˚

Klep & Per Klep         : Isky

Header             : LowRange

Alternator        : GM 105 Ampere

Engine Mount             :LowRange

Transfer Case  : Marin Crawler 5.4 (Housing Samurai)

Per                   : Trail Gear Bonz Eye Wrangler YJ

Anting Per       : Trail Tough Missing Link

Gardan                        : Trail Gear Rock Assault

As Roda           : Trail Gear Chromoly

Locker Depan  : Truetrac

Locker Belakang          : Detroit

Final Gear       : 4.88

Velg                 : TRD FJ-Cruiser

Ban                  : Super Swamper TSL Bogger 33"

Winch              : Warn M8274 & M8000

Rollbar             : Seamless custom

Bumper            : Custom

Cut Off            : Flaming River

Aki                  : Optima Yellow Top

Radio               : Yaesu

Tenda              : ARB Tent

Freezer             : ARB

Toilet               : Portable

Shower            Electric            : Shower Tent

Tangki Air       : Stainless

Kursi               : ARB

Lampu Tenda  : ARB

Kompor           : Bluegas & Coleman Exponent


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
MEX DIRTHBIKE part 4
MEX DIRTHBIKE part 4
JIP TWITTER FEED
Review Produk