KANAL 4Event

JIP -Memasuki tahun ke-4 penyelenggaraannya, event  East Java Adventure Offroad (EJAOR) masih menjadi magnet bagi para pecinta offroad adventure, utamanya offroader-offroader di bagian timur pulau Jawa.

Event yang digagas rekan-rekan Surabaya Offroad Club (SOC) ini rupanya hanya butuh seminggu untuk dapat memenuhi quota jumlah peserta, “Masih cukup banyak yang sebenarnya ingin ikut, namun kami tidak dapat memenuhinya. Mengingat quota yang ada, sudah disesuaikan dengan kemampuan kami sebagai panitia,” papar Rio Wibisono, selaku punggawa SOC.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_04_09__MG_5700.jpg

Yang menarik di event kali ini, semua panitia menggunakan name tag yang dibekali barcode, “ Ini memudahkan absensi saat briefing, MTC dan checkpoint. Jadi peserta datang kita hanya scan barcode saja, karena data-data peserta sebelumnya sudah kita input. Selain meminimalisir penggunaan kertas yang biasanya ada di buku kontrol, collect data juga semakin cepat. Ke depannya kita mencoba paperless,” papar Shandi Prasetio yang mengurusi hal ini. Terobosan yang ciamik! Bisa dan patut ditiru, buat event kompetisi sekalipun.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_04_09__MG_5756.jpg

Akhirnya ‘hanya’ 127 kendaraan yang memadati lokasi Sun City, Madiun sebagai tempat start. Scruteneering yang ketat juga memaksa beberapa offroader ‘harus’ legowo tidak mengikuti event kali ini. Peserta yang hadir ternyata bukan hanya dari Jawa Timur, daerah lain bahkan dari tanah Papua pun ikut meramaikan. Dilepas Wakil Walikota Madiun, Sugeng Rismiyanto, yang didamping Dinas Pariwisata dan Perhutani, kendaraan 4x4 berbagai merek pun mulai memulai petualangannya.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_04_08__MG_5609.jpg

Maraknya animo disiasati pihak penyelenggara dengan membagi peserta menjadi 3 grup, masing-masing melewati trek yang berbeda. "Untuk mengantisipasi antrian yang mengular, utamanya pada bagian-bagian yang sarat obstacle. Di beberapa titik, grup bakal bertemu namun akan berpisah lagi," papar Dimas Candra Prasetio, yang bertindak sebagai ketua panitia EJAOR 2016.

 

Hari pertama peserta dibawa 'bermain' di area KPH Madiun, tepatnya di BKPH Mojorayung. Tiga trek yang tersedia ‘racikan’ Ngurah dan Cak Mendol rupanya beberapa kali menyulitkan peserta. Pun begitu dengan alur menuju handicap, JIP yang sempat masuk ke trek C, awalnya tidak menemui kendala berarti, namun menjelang tengah hari, handicap demi handicap dengan tingkat kesulitan yang bervariasi pun tersaji. Ada pula grup yang ‘disiksa’ diawal-awal. “Intinya kita bikin balance. Grup A, B maupun C tingkat kesulitannya mirip-mirip, hanya alur waktu handicapnya saja yang berbeda,” sepakat keduanya.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_04_09__MG_5773.jpg

Menjelang petang, tim-tim mulai memasuki Kabupaten Ngawi, dan ‘bermain’ di seputaran Waduk Pondok. Mayoritas peserta mencapai lokasi ini kala hari sudah gelap. Berkelit di antara pohon pinus diselingi tanjakan dan turunan terjal menjadi ‘menu utama’ daerah ini.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_04_51__MG_6149.jpg

Kilauan lampu, raungan mesin diselingi hiruk pikuk koordinasi tim mengeluarkan kendaraan satu per satu dari obstacle, menarik minat warga sekitar. Jam 8 malam ketika rombongan terdepan memasuki Base Camp (BC) 1 di Benteng Van Den Bosch, atau yang populer disebut Benteng Pendem, sebagian besar offroader masih berjibaku di area Waduk Pondok. Dan banyak juga yang memilih bermalam di dalam trek.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_05_08__MG_6187.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_05_08__MG_6197.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_05_08__MG_6255.jpg

Menyimak kerjasama dalam sebuah tim menjadi hal menarik. Ada tim yang dipersenjatai ‘kendaraan tempur’ sederhana, namun memiliki manajemen recovery yang efektif dan efisien, di sisi lain ada tim yang kompak dan tidak surut bersendau gurau walaupun kondisi fisik lelah dan masih saja harus evakuasi sejumlah mobil di timnya. Tidak bisa dipungkiri manajemen dalam adventure offroad baik kendaraan, recovery, logistik hingga fisik serta emosi harus benar-benar diperhatikan. Slogan ‘Jangan lupa Bahagia…’ ala offroader bukan jadi isapan jempol belaka…. Setuju ??

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_05_08__MG_6268.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_05_08__MG_6304.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_03__MG_6335.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_03__MG_6356.jpg

 

Hari kedua para peserta beringsut dari Benteng Pendem mengarah ke perkebunan teh di Jamus, yang masih bagian dari kabupaten Ngawi. Setelah menikmati panorama dan sajian cemilan hangat, peserta kembali diajak bermain di seputaran Jamus, melewati lahan Perhutani Lawu Utara kemudian mengarah ke lokasi BC 3 di Pusdik Perhutani Karanggupito.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_03__MG_6447.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_03__MG_6459.jpg

Obstacle yang dihadirkan juga menantang, salah satunya Tanjakan Mimpi. Sebuah tanjakan panjang dan curam dengan ketinggian sekitar 25 meter yang ada di trek grup C. Butuh koordinasi tim yang solid, mengingat tidak cukup sekali melakukan winching. Mengingat cukup riskan mobil melorot jauh, mobil butuh tahanan dulu di tengah tanjakan. Setelah itu dilanjut dengan double, triple bahkan hingga six line menggunakan mobil-mobil yang lebih dahulu tiba diatas. Rata-rata driver berada di mobil dalam posisi menanjak paling cepat 20 menit. Hi…ngeri-ngeri sedap!

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_03__MG_6524.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_37__MG_6540.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_37__MG_6600.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_37__MG_6656.jpg

JIP bermalam di ujung tanjakan ini dan menjelang pagi baru bergerak ke arah BC3. Dan kemudian lanjut rute kembali ke Sun City, sebagai lokasi Finish.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_37__MG_6698.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_06_37__MG_6732.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_07_11__MG_6760.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_07_11__MG_6776.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_07_11__MG_6782.jpg

Dari 120-an peserta, yang berhasil finish tercatat hanya 85 kendaraan. Sebagian besar peserta mengaku terpuaskan dengan trek yang ada. Sambutan band beraliran keras menutup perhelatan kali ini. Sejumlah award dan juga doorprize dibagikan.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_07_36__MG_6827.jpg

 

 Salut buat kinerja para panitia gelaran EJAOR 2016. Ditunggu gebrakan dan inovasi lainnya di EJAOR 2017 !

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_08_06_03.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_08_06_04.jpg

EJAOR 2016 AWARD

Best team                                : TDI Surabaya

Most respect team                   : Badoger

Most favorite team                  : Papi Hore

Most solid team                       : Raung offroad

Most strongest  team               : Trinil n friends

 

1. Dimas Candra Prasetio, yang di seri 4 ini bertindak sebagai ketua panitia EJAOR 2016, “Alhamdulillah acara berlangsung lancar tanpa ada kendala berarti. Dan semua pihak baik panitia maupun peserta sama-sama merasa puas,” paparnya.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_07_36_01.jpg

2. Salut buat kekompakan tim panitia dari  SOC, dan juga pihak-pihak yang full support terhadap gelaran kali ini salah duany klub Trinil dari Ngawi dan Madventure dari Madiun. Sampai bertemu di EJAOR edisi 5 !

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_07_36_02.jpg

3.Tim Raung Offroad asal Jember yang dianugerahi Most Solid Team Award

4.Tim paling ‘rame’ sepanjang gelaran EJAOR 2016. Tim Papi Hore yang merupakan kolaborasi offroader asal Malang dan Surabaya. Walau mayoritas baru saling kenal, namun justru paling menghibur. “ Asli gak bisa berhenti ketawa,” papar anggota timnya. Tidak heran lantas tim ini

diberikan gelar sebagai Most Favorite Team.

5. Menghilangkan jenuh saat menunggu antrian, tim Gorilla menyempatkan membuat ‘kerajinan tangan’ yang dibawa hingga garis finish. Kreatif !

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_08_06_05.jpg

6. Coba hitung berapa line yang digunakan tim Troomaya untuk dapat melewati Tanjakan Mimpi …

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_08_06_06.jpg

07. Yang hangat… Yang masih hangat…. hehehe

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_08_06_07.jpg


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
MEX DIRTHBIKE part 4
MEX DIRTHBIKE part 4
JIP TWITTER FEED
Review Produk