KANAL 4Event

JIP - “Setelah dua kali gagal menyentuh Lautan Pasir di Bromo, akhirnya penantian dari dua tahun silam terbayar juga. Rasanya pun tidak sia-sia, indahnya Bromo memang patut ditunggu selama dua tahun itu. Ditambah lagi, kami berhasil menggunakan kendaraan kesayangan masing-masing,” tutur Ucok salah satu anggota aktif Mercedes Jip Indonesia (MJI). Itulah perasaan yang mewakili anggota MJI dalam perjalanan ini.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_16_51_LEAD.jpg

Angan anggota MJI ingin menapaki Lautan Pasir di Bromo ini, sejak perjalanan besar mereka di tahun 2014, dengan tajuk Jakarta-Bali Overland Touring 2014. Saat itu gagal karena belum mengantungi izin dari Dinas Pariwisata untuk masuk kawasan Bromo. Tahun 2015, komunitas penggila G-Class ini pun kembali mengunjung Bromo dengan tajuk MJI Volcano Touring 2015. Lagi-lagi gagal, kali ini kondisi alam yang tidak mengizinkan mereka turun ke Lautan Pasir, karena kawah Bromo sedang aktif dengan status siaga tiga.

 

Tentu ini tidak semata-mata mematahkan angan mereka dan menguburnya dalam-dalam. Tahun ini, anggota MJI pun kembali melakukan perjalanan yang belum pernah tuntas tersebut. Dengan semangat yang tinggi, kali ini perjalanan pun diberi tajuk MJI Long Touring 2016 Jakarta-Bromo. “Semoga perjalanan kali ini tidak ada halangan lagi untuk turun ke kawah Bromo,” harap Jeffri Christanto, anggota MJI yang jadi Ketua Panitia dalam perjalanan kali ini.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_16_51__MG_5135.jpg

Perjalanan tiga hari dari tanggal 25-28 November 2016 ini berawal dari Jakarta. Mengambil meeting point pertama di Rest Area KM39 Tol Jakarta-Cikampek. Perjalanan rombongan dari Jakarta pun dimulai lebih awal, tanggal 24 November jam 11 malam, para anggota sudah berkumpul di Rest Area. Walaupun sudah larut malam, wajah-wajah peserta perjalanan tampak semangat dan sudah tidak sabar melakukan perjalanan ini.

 

Setelah memberikan atribut dan pemasangan sticker perjalanan, akhirnya briefing pun dilakukan oleh Dimas Andjasmoro selaku Road Captain rombongan, “Karena target perjalanan ini sampai Surabaya, saya harap semua bisa jaga emosi agar tidak ugal-ugalan dan hormati pengguna jalan lain,” ucapnya. Ada 27 kendaraan yang berangkat dari Jakarta, sebagian lainnya ada yang bertemu di perjalanan. Jam satu pagi tanggal 25 November rombongan pun bergerak.

 

 Iring-iringan pun jalan normal melintasi Tol Cipali, kendaraan Patwal yang mengawal di depan menjaga kecepatan di batas maksimum. Namun jalur lurus dan kosong Tol Cipali jadi musuh besar buat rombongan, mata pun terasa berat saat di jalur ini. Jam lima pagi, akhirnya rombongan sampai di ujung jalur membosankan ini, setelah sempat berhenti sekali di Rest Area Cipali.

 

Masuk daerah Brebes, waktu solat subuh pun hampir berakhir, rombongan berhenti di salah satu Masjid besar di tepi jalan Lintas Utara, Brebes. Semua berhenti, walaupun tidak semua Muslim. Usai melakukan ibadah shalat subuh, rombongan pun kembali bergerak. Uniknya, dari yang tadinya semua mata terasa berat, semua kembali segar dan semangat.

 

Barisan G-Class ini pun bergerak hingga daerah Pekalongan.Di sini para rombongan pun berhenti kembali, karena perut sudah terasa lapar setelah tujuh jam lebih perjalanan. Menu sarapannya pun tidak tanggung-tanggung, langsung menyantap sop buntut! “Wah, ini sih sarapan persiapan energi sampai Surabaya,” celetuk Rahmat Arif anggota muda di MJI. Perut kenyang dengan kalori yang berlimpah, kami pun siap melanjutkan perjalanan.

 

Beruntung hampir setiap kendaraan punya supir pengganti, beberapa kendaraan pun sudah ada yang ganti pengemudi. Karena sebisa mungkin kami tiba di Surabaya tidak terlalu malam. Lalu lintas pun semakin ramai, rombongan sempat terpecah jadi beberapa bagian begitu tiba di Semarang. Matahari sudah mulai berada tepat di atas kami, dan berhenti sejenak untuk melakukan shalat Jumat.

 

Singkat cerita, perjalanan pun dilanjutkan. Sampai di daerah Kudus, Jawa Tengah kendaraan milik Mala, satu-satunya peserta wanita di MJI mengalami masalah. “Alternator kendaraan saya mendadak tidak isi,” jelasnya lewat radio komunikasi. Beruntung, setiap kali perjalanan jauh seperti ini, MJI selalu bawa satu kendaraan service car (Mercy G-Class 280 GE SWB) yang berisi spare part serta mekaniknya.

Karena kondisinya tidak memungkinkan, rombongan lainnya terus bergerak hingga daerah Pati. Dan akhirnya berhenti di salah satu pabrik kacang terkenal di daerah Pati, sambil menunggu kendaraan Lala yang sedang diperbaiki dan tertinggal di belakang.

Rupanya masalah tidak henti sampai disitu saja, belum sampai Lala bergabung dengan rombongan, kendaraan milik ketua panitia mengalami kerusakan pada slang radiator. Akhirnya menunggu perbaikan oleh Pardi, mekanik andalan anggota MJI, yang juga mengendarai service car.

Akhirnya sekitar jam tujuh malam dan usai makan malam di lokasi yang sama, kami pun kembali bergerak menuju Surabaya. Menurut GPS, perjalanan menuju Surabaya sekitar lima jam, itu juga kalau lancar tanpa hambatan.

Benar saja, sejak berangkat dari Pati, giliran cuaca yang sedikit membuat perjalanan terhambat. Hujan deras membuat pandangan jadi terbatas, dan ini pun berlangsung sampai kami tiba di daerah Surabaya. Pun tiba di Hotel Maxzone pukul satu pagi, artinya sudah berkendara 24 jam tanpa henti. Badan terasa lelah begitu sampai di Hotel, dan semua peserta langsung tergeletak di kamar masing-masing.

Besok hari, berhubung terlalu larut sampai di Surabaya, jadwal perjalanan pun meleset. Yang seharusnya berangkat pukul delapan pagi, akhirnya bergerak dari hotel jam 11 siang. Di Surabaya rombongan pun bertambah jadi 35 kendaraan, dengan peserta dari Bali, Malang dan Surabaya.

Sebelum ke Bromo, rombongan pun menyempatkan hadir ke acara Jambore Nasional Mercedes-Benz Club Indonesia ke-11, yang berlokasi di Pangkalan AL Komando Armada Timur (KOARMATIM), Surabaya. Berhubung waktunya singkat karena harus mengejar target tiba di Bromo tidak terlalu malam, hanya sekitar setengah jam kami berada di sana, lalu melanjutkan perjalanan.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_16_51__MG_5177.jpg

Benar saja, masuk daerah Probolinggo, waktu sudah menunjukan pukul delapan malam. Kami pun menelusuri jalur pegunungan Bromo di tengah gelap malam. Untuk sementara pemandangan indah tidak bisa dinikmati, hanya udara segar dan dingin yang kami rasakan saat menuju puncak Bromo.

Sesampainya di Lava Cafe Hotel, hidangan santap malam pun sudah matang. Aroma sedap dari kambing guling pun langsung membangkitkan selera makan malam yang kebetulan sudah lewat dari jamnya. “Mari santap! Jangan kasih kendor…” ucap Pradewo salah satu anggota muda di MJI. Perut sudah terisi penuh, giliran istirahat sembari diselimuti udara dingin di Bromo.

Esok harinya, rombongan pun sepakat untuk bergerak dari area hotel jam delapan pagi. Memang untuk kali ini tidak mengincar matahari terbit di Bromo, jadi tidak perlu bangun di pagi buta, “Karena ini sudah pernah kami lihat saat perjalanan ke Bromo pertama kali, targetnya sekarang adalah merasakan jalan di pasir Bromo yang fenomenal,” jelas Jeffri.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_16_51__MG_5243.jpg

Pagi itu, Lautan Pasir di Bromo diramaikan oleh puluhan kendaraan 4x4 Mercedes Benz ini. “Pastinya puas dan bangga bisa mengendarai G-Class di lautan pasir Bromo, apalagi untuk bisa mewujudkan itu tidaklah mudah, karena kita sebelumnya juga harus mendapatkan izin dari Dinas Pariwisata setempat,” ungkap Jeffri.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_17_10__MG_5318.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_17_10__MG_5374.jpg

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_17_25__MG_5390.jpg

Semua anggota terlihat menikmati sekali berkendara di kawasan Bromo. Salah satunya adalah M. Yassin, yang berbagi kesempatan dengan putri tercintanya, untuk merasakan juga nikmatnya berkendara di Lautan Pasir yang menyuguhkan pemandangan indah dan pengalaman tidak terlupakan.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_17_10__MG_5296.jpg

Di Bromo, para anggota MJI tidak saja menikmati keindahan alamnya. Tapi juga diselingi kegiatan bakti sosial, “Kami mengundang 100 anak pelajar Sekolah Dasar di Bromo Tengger Semeru, untuk diberikan perlengkapan sekolah,” ucap Dimas atau biasa disapa Dimdim.

Dari kejauhan, sambutan hangat para siswa dan siswi murid Sekolah Dasar di Tengger ini. Mereka memakai baju Adat Tengger berwarna hitam dengan riang menghampiri anggota MJI saat tiba. “Antusias mereka cukup membuat kami terharu, rasanya semua terbayar, mulai dari angan yang lama tertunda hingga akhirnya dapat sambutan positif dari warga dan anak-anak Bromo Tengger,” ucap Ucok.

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_17_25__MG_5523.jpg

“Saya sangat berterima kasih kepada seluruh komunitas MJI. Karena sudah memberikan motivasi pada murid-murid Sekolah Dasar di Tengger agar lebih semangat sekolah. Saat ini ada 104 murid dari warga sekitar Bromo Tengger yang belajar dibawah bimbingan saya,” jelas Laksmi seorang Ibu Guru muda di Sekolah tersebut. Dengan usainya baksos ini, berakhir pula kegiatan perjalanan ini, dan rombongan MJI pun bergerak kembali ke Jakarta. Sampai jumpa diperjalanan berikutnya!

http://jip.grid.id/gallery/jip/gallery/large/2017_04_18_10_17_10__MG_5285.jpg


Bengkel WILLYAMS RACING 4x4

Spesialis : Parts & ACCESSORIES

Jl. Laswi No. 87A Bandung. T: (022) 7330788

Bengkel Volcano Motor Sport

Spesialis :

Jl. Mohammad Toha 276 Bandung T: (022) 5205658

Bengkel Welirank 4x4

Spesialis :

Jl. Komando Hayam Wuruk 181 Petak Pacet Mojokerto, Jawa Timur
JIP [TV]
Video King Of The Hammers clip by JIP
JIP IMAGE
MEX DIRTHBIKE part 4
MEX DIRTHBIKE part 4
JIP TWITTER FEED
Review Produk